Sekali Kencan Rp 1,4 Juta

54460

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ada sekitar 15 nona (panggilan wanita pemandu Zeus Karaoke) dari 40 nona yang bisa dikencani. Tarif sekali kencan (short time) Rp 1,4 juta. Tempat ‘eksekusi’ telah disediakan. Namun jika menginginkan waktu kencan lebih sang nona bisa dibawa ke hotel lain.

Itulah kesaksian salah satu mantan karyawan Zeus Karaoke berinisial G, 45, warga Semarang. G membeber praktik prostitusi di Zeus Karaoke kepada penyidik Polrestabes Semarang. Sebelumnya G telah dimintai keterangan oleh penyidik terkait dugaan praktik prostitusi di dalam Zeus Karaoke. Namun saat itu, ia belum memberi keterangan yang sesuai dan cenderung berkata tidak tahu mengenai praktik tersebut. Hingga akhirnya, ia mendatangi kembali penyidik untuk merubah kesaksian pada Selasa (24/7).

“Saya saat itu memberikan keterangan yang sudah diarahkan. Tapi itu tidak sreg dengan hati saya, kemudian saat mau pulang saya sampaikan kepada penyidik, apakah saya boleh datang lagi merubah keterangan saya karena tidak sreg. Ternyata penyidik memperbolehkan,” bebernya.

Perempuan ini juga membeberkan praktik prostitusi di Zeus Karaoke. Menurutnya, setidaknya ada 40 perempuan yang akrab disapa nona-nona. Namun dari jumlah puluhan tersebut ada sekitar 15 yang bersedia diajak kencan.

“Mereka juga memilih-milih tamunya. Bila tamu memang ingin dan menanyakan wanita yang mau diajak kencan baru kami tawarkan,” terangnya.

Untuk kencan singkat tamu diwajibkan untuk melakukan ‘eksekusi’ di kamar hotel yang sudah disediakan. Namun jika pemesan menginginkan waktu kencan lebih lama baru dipersilakan untuk check in di hotel lain.

“Kalau short time harus dilakukan di tempat yang sudah disediakan. Rp 1,4 itu masuk nona-nona Rp 1 juta, terus masuk ke manajemen Rp 400 ribu. Kalau pembayaran tidak tercatat dalam bill, tapi hanya ditulis pakai tangan,” bebernya.

G juga melaporkan Pengusaha Zeus Karaoke, bernama ke Polrestabes Semarang. Pelaporan ini terkait perbuatan pengancaman terhadap mantan karyawanya bernama G, 45, warga Semarang. Akibat dari pengancaman, perempuan yang telah dipecat dari Zeus Karaoke ini merasa tidak nyaman dan takut.

Dugaan pengancaman ini terjadi di Zeus Karaoke pada Sabtu (21/7) lalu. Menurut keterangan G, pengancaman ini buntut dari kasus penyelidikan pihak kepolisian dalam upaya mengungkap dugaan adanya praktik prostitusi di dalam tempat karaoke tersebut.

“Saya diancam untuk memberikan keterangan sesuai perintah dia. Saya juga disuruh untuk menjawab tidak tahu kalau penyidik menanyakan tentang prostitusi yang ada di Zeus,” ungkapnya usai melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (25/7).

Menurut G, atas mencuatnya kasus ini, ia merasa akan dikorbankan oleh pihak pengusaha Zeus Karaoke. Sehingga ia melakukan penolakan hingga akhirnya timbul pengamanan. G berharap mendapat perlindungan dari pihak kepolisian dengan alasan telah memberikan kesaksian yang menurutnya telah sesuai fakta.

“Pelaporan ini sudah ditangani Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Ancaman ini membuat saya tidak nyaman,” imbuhnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Baihaqi mengakui adanya pelaporan tersebut.

Sementara, pihak kuasa hukum Zeus Karaoke, Gangdung, belum bisa memberikan keterangan terkait adanya pelaporan klienya. Pihaknya hanya mengatakan akan berkoordinasi dengan klienya tersebut. “Saya koordinasikan dulu,” katanya singkat. (mha/zal)