Pedagang Tolak Relokasi

351
SUARA PEDAGANG : Sejumlah pedagang perempuan membawa spanduk saat aksi demo di depan kantor Bupati Wonosobo, Rabu (25/7). (Sigit Rahmanto/Radar Kedu)
SUARA PEDAGANG : Sejumlah pedagang perempuan membawa spanduk saat aksi demo di depan kantor Bupati Wonosobo, Rabu (25/7). (Sigit Rahmanto/Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO—Sekitar 150 pedagang Pasar Induk Wonosobo menggelar aksi demo di halaman kantor bupati, Rabu (25/7). Mereka menolak lokasi relokasi yang ditawarkan Pemkab selama Pasar Induk yang terbakar 4 tahun lalu dibangun kembali.

Pedagang menolak ditempatkan di basement dan lantai 2 pasar lama. “Kami sudah punya pengalaman pahit di sana sebelum ini. Banyak pedagang yang memilih turun kembali akibat sepinya pembeli,” kata salah seorang pedagang, Suharto.

Pada dasar pedagang mau direlokasi ke tempat penampungan sementara selama pembangunan Pasar Induk berlangsung. Tapi mereka minta lokasi untuk berjualan yang strategis dan tidak sepi pengunjung.

Perwakilan pedagang akhirnya ditemui oleh Pj Sekda Muhammad Zuhri, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Agus Suryatin dan Kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Widi Purwanto. Dalam kesempatan ini, pendemo kembali meminta ketegasan Pemkab untuk menunda relokasi para pedagang.

Pemkab akhirnya menyepakati tuntutan yang disampaikan oleh peserta aksi. “Namun saya meminta kepada para pedagang untuk bersedia dirapikan apabila itu diperlukan selama proses pembanguan Pasar Induk Wonosobo,” kata Zuhri.

Pada Jumat (20/7) lalu, Pemkab Wonosobo dengan Pelaksana Proyek telah menyepakati sejumlah hal terkait dimulainya pembangunan kembali Pasar Induk Wonosobo. Antara lain pemindahan pedagang yang berada di Jalan Pasar 2 dan zona bahaya lain serta relokasi pangkalan delman.

“Dalam rapat koordinasi (Jumat, 20/7) kemarin, antara Pemkab, Pelaksana Proyek dan Perwakilan Pedagang, sudah disampaikan bahaya yang bisa ditimbulkan jika pedagang nekat berjualan di dekat proyek pembangunan. Pelaksana Proyek sendiri juga membutuhkan akses Jalan Pasar 2 sebagai pintu masuk truk maupun alat berat yang membawa material,” terang Kabagops Polres Wonosobo Kompol Sutomo. (cr1/ton)