PB Glory Dominasi Pemula Putra

Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis I Salatiga 2018

481
SAMA-SAMA TANGGUH: Partai all final PB Glory di tunggal pemula putra antara Bertrand Theodore Santoso (kiri) melawan Raskila Thalib Yulianto. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMA-SAMA TANGGUH: Partai all final PB Glory di tunggal pemula putra antara Bertrand Theodore Santoso (kiri) melawan Raskila Thalib Yulianto. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Perkumpulan Bulutangkis (PB) Glory mendominasi juara kelompok usia tunggal pemula putra Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis I Salatiga 2018 dengan menguasai babak puncak. Hasil kejuaraan yang berakhir Selasa (24/7) malam kemarin di GOR PPLP Sepak Takraw (Ngebul), Jalan Veteran, dua pemain PB Glory yang menduduki final kelompok tersebut adalah Raskila Thalib Yulianto dan Bertrand Theodore Santoso.

Raskila melaju ke final setelah sebelumnya mengalahkan Yerikho Excel Alessandro (PB Berkat Abadi), dengan angka 21-18, 21-15. Sedangkan Bertrand, menyabet tiket final setelah mengandaskan Ahmad Dewantara Wildan (PB Mahkota), melalui tiga game 16-21, 21-16, 21-13.

Meski satu klub, laga final Raskila melawan Bertrand berlangsung seru. Keduanya menunjukkan permainan terbaiknya, agar merengkuh juara pertama. Pertemuan dua pemain tangguh inipun berlangsung hingga rubber gamet dan diwarnai kemenangan deuce (yus).

Game pertama Raskila unggul tipis 21-18. Berlanjut gim kedua, Bertrand tampil lebih bersemangat untuk menyamakan kedudukan. Lewat variasi bola-bola net, dikombinasi smash ke belakang. Strategi ini mampu menghasilkan kemenangan yus 23-21.

Memasuki game ketiga, keduanya menerapkan vareasi serangan yang sama. Namun Bertrand lebih unggul dalam menempatkan bola. Hingga akhirnya mampu menutup laga dengan angka ketat 21-19. Pelatih PB Glory, Aswin, puas dengan pencapaian prestasi atlet binaannya. “Raskila dan Bertrand sudah main dengan baik sejak penyisihan. Partai final jadi evaluasi masing – masing pemain untuk memperbaiki kemampuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengkot PBSI Salatiga, Engan Sigit, usai menutup kejuaraan menyampaikan, fokus program PBSI Kota Salatiga saat ini adalah mendata pemain kelompok usia yang belum memiliki Member ID sebagai atlet bulutangkis. ”Kami dorong klub agar segera mendaftarkan pemainnya punya Member ID. Supaya memudahkan kalau ikut kejuaraan resmi, khususnya pada event yang tigkatnya di atas kejurkot, karena harus mencantumkan Member ID PBSI,” paparnya. (fiq/bas)