33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Cita Rasa Berkualitas dan Selalu Inovatif

Prambanan Catering

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Berbinis katering tidak sekadar memberikan layanan makanan yang enak saja, namun banyak hal yang harus diperhatikan untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen.

Mulai dari varian menu hingga konsep penataan atau cara menghidangkan makanan. Butuh inovasi dan kreativitas yang tepat untuk menyajikan menu supaya menarik.

Hal ini yang dilakukan oleh Prambanan Catering di Jalan Lestari Binagriya Indah Kota Pekalongan, yang selalu berinovasi dalam pelayannya.

“Memberikan layanan katering tidak semudah yang dibayangkan, karena dibalik penyajian makanan di suatu acara prosesnya cukup ribet. Namun kami selalu berinovasi agar layanan kami terus prima,” kata pemilik Prambanan Catering Laela Nur Hidayati kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (23/7).

Berpengalaman sejak 2007, Prambanan Catering terus melakukan pembaruan dalam layanannya. Dari awal peralatan yang sewa, kini mereka memiliki sendiri, bahkan armada kendaraan juga siap mengantar menu katering kepada pelanggan.

“Semua alat dan armada kami memiliki sendiri, ini bagian inovasi dari kami agar pelayanan bisa cepat dan sesuai waktu yang dijadwalkan. Kalau untuk di wilayah pantura kita siap, karena armada kita komplit dan itu milik sendiri, sehingga memudahkan kami,” jelas ibu tiga anak asli Wonosobo, Jawa Tengah ini.

Untuk menjaga cita rasa menu masakan dan menyuguhkan menu berkualitas, Prambanan Catering memiliki chef khusus, serta asisten cook yang siap memasak sesuai kebutuhan. Baik dalam posi banyak maupun makanan berkelas.

“Sebagian besar menu, kami yang menciptakan resepnya. Selain sebagai identitas, juga agar kami terus berinovasi dalam pelayanan. Sehingga konsumen tidak bosan dengan menu yang kami tawarkan,” ucapnya semangat.

Selain aneka menu yang terus diperbarui, juga ada banyak menu khas yang dipertahankan, karena menjadi menu favorit pelanggannya. Dicontohkan Laela, menu eksklusif milik Prambanan Catering yakni soto iga bakar, mie jowo, lidah cabai hijau, varian steak. Bahkan aneka menu ini yang selalu dipesan orang sejak 2008. Menariknya, menu khas mereka kadang sering dicontoh kompetitor. Namun bagi Laela, hal itu tidak menjadi persoalan karena beda yang masak, pasti beda rasa.

Prambanan Catering selalu berinovasi agar konsumen tidak bosan. Baik dari segi menu maupun konsep penyajian. Sehingga, pihaknya rutin investasi peralatan dan display baru, agar tampilan selalu menarik dan beda.

“Semoga dengan pelayanan kami yang terus inovatif, bisa membawa manfaat dan memuaskan para pelanggan setia kami,” tandasnya. (han/zal)

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Kembangkan Alat Peraga, Matematika Jadi Mudah

SEMARANG – Matematika merupakan ilmu pasti dan masuk dalam cabang ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern. Sayangnya banyak siswa yang malas belajar matematika...

Sekolah Pertama yang Gelar Lomba Baca Puisi

TEMANGGUNG- MTs Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung menggelar lomba baca puisi tingkat SD/MI se Jateng, Sabtu (23/4) lalu. Sedikitnya 50 peserta dari berbagai kota di...

Dewan Panggil Kontraktor

SEMARANG- Revitalisasi Pasar Peterongan Semarang menyisakan masalah. Sejumlah fasilitas pasar masih ditemukan ketidakberesan. Di antaranya, kondisi atap bocor dan belum tergarapnya sistem drainase di...

365 Calon Taruna Akpol Disumpah Jujur

SEMARANG - Sebanyak 365 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) melakukan penandatanganan pakta integritas seleksi tingkat pusat. Para calon taruna, orangtua serta panitia seleksi...

Semarang Jadi Tuan Rumah Gymkhana

SEMARANG - Setelah menjadi tuan rumah kompetisi karate internasional SEAKF (South East Asia Karate Federation), dan gelaran seni internasional SIFAF (Semarang International Folk Art Festival),...

Macet, Pasang Apill di Simpang Canguk

MAGELANG–Tingginya tingkat kepadatan dan kemacetan di Simpang Canguk—utamanya di ruas Jalan Telaga Warna—membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, akhirnya memasang lampu alat pemberi isyarat...