Alih Fungsi Belum Jelas

Terminal Bahurekso Masih Managkrak

634
MANGKRAK: Kondisi terminal Bahurekso hingga kini masih dibiarkan mangkrak karena alih fungsi yang direncanakan belum ada kejelasan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK: Kondisi terminal Bahurekso hingga kini masih dibiarkan mangkrak karena alih fungsi yang direncanakan belum ada kejelasan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Komisi C DPRD Kendal menyayangkan aset Pemerintah Daerah banyak yang mangkrak. Salah satunya terminal Bahurekso yang mangkrak selama belasan tahun. Apalagi rencana untuk mengalihkan fungsi terminal sebagai tempat parkir dan rest area juga belum terealisasi.

Pantauan koran ini, kondisi terminal yang berada di Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh itu sepi dari aktivitas seperti terimnal-terminal lain pada umumnya. Tidak ada aktivitas penumpang bus maupun angkutan.

Yang nampak hanya satu dua bus masuk untuk beristirahat dan makan siang. Sementara penumpang memilih turun sebelum masuk terminal. Kebanyakan penumpang justru turun di Pasar Weleri atau eks terminal lama.

Kondisi bangunan maupun sarana-sarana terminal peninggalan Bupati Hendy Boedoro itu juga makin memprihatinkan. Jalan masuk terminal kondisinya rusak berlubang dan bergelombang. Beberapa dinding bangunan juga nampak yang retak. Sementara di belakang terlihat justru bukan bus melainkan truk tronton dan trailer yang parkir berjajar.

“Terminal Bahurekso rencananya mau dibuat semacam taman parkir yang akan diwujudkan tahun ini. Yakni untuk tempat pemberhentian truk dan bus untuk rehat, tapi sejauh ini belum ada kegiatan,” kata Ketua Komisi C DPRD Kendal, Nashri, kemarin.

Dia mengatakan hal itu sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 132/2015 mengenai penyelenggaraan terminal angkutan jalan. Terminal dibagi tipe A, B dan C. Pemprov mulai mengambilalih pengelolaan terminal tipe B di Jateng sejak 1 Januari 2017. “Dari 46 terminal di 26 kabupaten/kota, Pemprov lewat keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 551.22/57 hanya mengambilalih 24 terminal tipe B,” terangnya.

Nashri menyampaikan, rencana pengubahan eks terminal Bahurekso ini akan ditata kembali. Salah satunya yakni dengan melakukan perbaikan pada akses jalan pintu masuk yang kondisinya sudah memprihatinkan.

“Kami mengusulkan agar pada APBD perubahan 2018 ini bisa secepatnya ada perubahan akses jalan pintu masuk yang saat ini kondisinya rusak bergelombang dan berdebu. Sehingga setelah jalan diperbaiki fungsi eks terminal, bisa optimal sebagai rest area,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiyono. Pihaknya juga berupaya untuk mengajukan anggaran di APBD Perubahan 2018 dan rencana kerja APBD 2019 untuk perbaikan jalan tersebut.

“Tidak hanya melalui anggaran APBD Perubahan saja, namun melalui APBD Murni juga kita usulkan. Sesuai peruntukan, eks terminal Bahurekso ini untuk rest area. Di bagian belakang sebagai kantong parkir kendaraan truk, sebab Kendal tidak memiliki,” kata Sugiyono. (bud/bas)