33 C
Semarang
Jumat, 25 September 2020

121 Ide untuk Bangun Jawa Tengah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Meskipun mengalami tren naik, pembangunan di Jawa Tengah masih menghadapi berbagai permasalahan. Mulai dari stagnasi pertumbuhan ekonomi, rendahnya IPM, tingginya kesenjangan antar wilayah serta beberapa isu lainnya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang perlu dicarikan formula tepat penyelesaiannya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jateng Sujarwanto Dwiatmoko membeberkan, pembangunan di Jawa Tengah memang sudah berada pada capaian yang cukup baik. Meskipun demikian, hasil ini tidak lantas membuat Bappeda maupun pemerintah berpuas diri. ”Masih banyak PR mengatasi kemiskinan dan pengangguran mengurangi disparitas daerah,” ujarnya.

Demi mendapatkan solusi inovatif, Bappeda Jateng memfasilitasi para peneliti untuk menuangkan ide-ide mereka yang didapat dari hasil penelitian. Utamanya terkait tujuh isu strategis di Jawa Tengah, seperti kemiskinan, daya saing ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, kedaulatan pangan dan energi, infrastruktur dan pengembangan wilayah, pembangunan demokrasi dan tata kelola pemerintahan, dan ekonomi kreatif pariwisata.

”Ide para peneliti ini, nantinya akan diekstraksi. Kemudian dipilih ide inovatif untuk dijadikan sebagai rekomendasi dalam perumusan kebijakan yang lebih inovatif, kreatif, dan aplikatif pada pembangunan di Jawa Tengah,” ujar Jarwanto di sela acara Seminar Regional Pembangunan Sektor Strategies Berbasis Pengembangan Wilayah guna Mendukung Daya Saing Jawa Tengah, Rabu (25/7).

Pada seminar yang berlangsung di gedung Bappeda ini, ada sekitar 121 ide yang ditelurkan 116 peneliti dari Jawa Tengah dan 5 orang dari luar Jawa Tengah. Ide yang dirasa pas akan disisipkan dan mewarnai RPJMD 2019 yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Sayangnya, dikatakan Jarwanto, kebanyakan peneliti masih berkutat pada fisik ekonomi berkaitan kemiskinan, daya saing, dan infrastruktur. Peneliti masih berorientasi pada hal-hal nyang bersifat teknis. “Belum banyak yang fokus pada mendesain perilaku, budaya, dan hal-hal sifat manusia,” ujarnya. (sga/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ramadan, ASN Tingkatkan Pelayanan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Selama bulan suci Ramadan ini, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengimbau kepada segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pekalongan, sebagai wahana...

Menuju World Heritage Kota Lama Terus Dibenahi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menargetkan kawasan Kota Lama Semarang dapat diakui Unesco sebagai warisan budaya dunia pada 2020 mendatang. Saat ini, Kota...

Prihatin, ”Ayam Kampus” via Online

PAKAR Teknologi Informasi (TI) Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Dr Sholicul Huda MKom, menyebut, ada beberapa alasan mengapa prostitusi online marak kembali. ”Pengguna medsos (media sosial)...

Tolak FDS, Siswa dan Guru Turun Jalan

BATANG-Ribuan siswa dan guru sekolah di Kabupaten Batang turun ke jalan menolak kebijakan Full Day School (FDS) yang diberlakukan oleh pemerintah. Mereka bergabung dengan...

Makna Damai Takbir

PADA 1 syawal kita semua akan merayakan Idul Fitri. Hari yang merupakan simbol kemenangan atas perjuangan kita berpuasa selama sebulan penuh, hari yang menggambarkan...

Disukai karena Unik dan Banyak Aliran

Modifikasi bergaya custom makin digemari para penghobi otomotif. Dengan modifikasi ini, tunggangan roda dua bisa “disulap” jauh berbeda dengan motor keluaran pabrik. Modif custom...