Warga Windurojo Kesulitan Air

427
KEKERINGAN: warga Desa windurojo encari air bersih dengan jalan kaki sepanjang 5 kilometer, untuk mendaoatkan air bersih. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKERINGAN: warga Desa windurojo encari air bersih dengan jalan kaki sepanjang 5 kilometer, untuk mendaoatkan air bersih. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 3.000 warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, kabupaten Pekalongan, saat ini kesulitan air bersih. Pasalnya dari lima sumber mata air yang ada di desa tersebut, hanya dua mata air yang dapat digunakan.

Untuk mendapatkan air bersih, warga harus mencari air bersih ke desa lain dengan mengendarai motor sejauh 10 kilometer dari Desa windurojo atau harus antre bersama ratusan warga desa lainnya, pada satu sumber air yang ada di tepi jalan Desa Windurojo.

Kepala Desa Windurojo, Seherman mengungkapkan bahwa setiap musim kemarau Desa Winduro selalu kesulitan air bersih, karena ada beberapa sumber yang mengalami kekeringan seperti mata air yang ada di Dukuh Larangan.

Menurutnya ada beberapa mata air di Desa Windurojo, namun karena lokasinya sangat jauh dan hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki, maka warga enggan untuk mengambil air tersebut.“Warga hanya mau ambil air yang ada di tepi jalan Desa itu, atau keluar desa dengan mengambil naik motor, ya memang kami kesuiltan dengan air bersih,” ungkap Suherman.

Suherman juga mengatakan untuk mengatasi kesulitan air bersih itu, pihaknya sudah berusaha membuat terobosan dengan membuat Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) kemudian mengajukan anggaran ke Kemeterian Lingkungan Hidup. Namun hingga saat ini belum disetejui oleh Pemerintah Pusat.

“Dalam pembuatan Pamsimas membutuhkan dana sekitar Rp 600 juta dan warga sudah melakukan iuran sebesar Rp 100 ribu perkepala keluarga sebanyak 3.000 orang. Sehingga ada kekurangan dana sekitar Rp 260 juta,” kata Herman.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko menegaskan, Desa Windurojo termasuk salah satu desa yang mengalami kekeringan yang sangat parah, sehingga ada ribuan warga yang kesulitan akan air bersih.

Untuk itu, pihaknya akan membantu memberikan bantuan air bersih dan akan bekerjasama dengan PDAM untuk memberikan babantuan air secara rutin. Sehingga bisa mengurangi beban warga akan kesulitan air bersih.“Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM dalam waktu dekat kami akan memberikan batua air bersih secara rutin,” tegas Bambang. (thd/bas)