33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Temukan LPKD Tak Patuh UU

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) temukan standar penilaian internal yang belum memadai dan ketidakpatuhan terhadap Undang-Undang (UU) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LPKD) Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2017.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Semarang, M Jauhari, Selasa (24/7). Temuan tersebut antaralain, standar akuntansi pemerintah, standar penilaiian internal, kecukupan pengungkapan informasi dan kepatuhan terhadap UU. “Temuan itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Ternyata dua kriteria menjadi temuan BPK, yaitu 9 temuan standar penilaian internal (SPI) dan 8 kepatuhan terhadap UU,” katanya.

Adapun 8 temuan berdasarkan LHP BPK atas SPI antara lain penatausahaan pajak penghasilan pasal 21 atas pegawai belum sepenuhnya memadai. Juga pengendalian atas pengelolaan pendapatan pajak daerah belum sepenuhnya memadai.“Pengendalian pengelolaan kas di bendahara pengeluaran juga belum memadai,” ujarnya.

Adapun temuan terakhir yaitu penyusunan anggaran tahun 2017 tidak berdasarkan ASB (analisis standar belanja). Sedangkan 9 temuan atas kepatuhan perundang-udangan antara lain pemungutan retribusi izin gangguan senilai Rp 2.442.413.640 tidak sesuai Permendagri No 19 Tahun 2012, kelebihan pembayaran tunjangan profesi guru di Disdikbudpora sebesar Rp 90.177.785.

Juga pengenaan pajak atas pemanfaatan air tanah di Kabupaten Semarang oleh PDAM Kabupaten Semarang dan PDAM Kota Semarang tidak sesuai ketentuan, perjanjian kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan PDAM Kabupaten Semarang terkait pemungutan retribusi sampah tidak sesuai ketentuan.“Dan ada kelebihan pembayaran atas kegiatan belanja moda pada 6 organisasi perangkat daerah sebesar Rp 230.2377.674,” katanya.

Diungkapkan Jauhari, jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 69 Tahun 2010, PDAM hanya bisa mengambil retribusi maksimal 5 persen. Tapi di dalam perjanjian pemugutan retribusi sampah antara DLH dengan PDAM, ternyata PDAM minta 10 persen.

Terkait hal tersebut, ia meminta kepada Pemkab Semarang supaya sungguh-sungguh dalam mengawal pemerintahan. “Meskipun mendapat opini WTP, kenyataannya masih banyak temuan dari BPK sehingga masih ada PR (pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan,” ujarnya.

Menurut Jauhari, adanya kelebihan anggaran atau pemungutan retribusi yang tidak sesuai ketentuan sudah dikembalikan ke kas daerah semuanya. Pengembalian itu dilakukan setelah diperiksa oleh BPK terdapat temuan.

“Jadi setelah diperiksa BPK ada yang tidak sesuai undang-undang akhirnya dikembalikan. Semua sudah dikembalikan, tapi dalam menjalankan fungsinya belum sesuai undang-undang,” ujarnya. (ewb/bas)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Sebut Simanjuntak, Orang Kementrian

RADARSEMARANG.COM - TERSANGKA Herry mengakui aksi kejahatannya. Dia berperan merekrut atau mencari korban. Namun, Herry berdalih, keikutsertaannya dalam kejahatan tersebut, lantaran pernah menjadi korban...

Langsung Tancap Gas Sejak Laga Perdana

MAGELANG – Pemain unggulan tampil trengginas dan menang mudah pada hari pertama Djarum Foundation Bulutangkis Multi Cabang Kabupaten / Kota Se-Eks Karesidenan Kedu VI...

Dari Bedah Film Bid’ah Cinta di Kampus UIN Walisongo

Toleransi dalam memeluk agama yang mulai hilang coba diangkat Nurman Hakim ke layar lebar dengan meluncurkan film berjudul Bid’ah Cinta. Film besutan sutradara berambut...

Pemkab dan STIEPARI Gelar Kuliah Umum Diikuti Mahasiswa Peraih Beasiswa

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang menggelar kuliah umum di pendopo belakang kabupaten, Jalan Kiai Singkil,...

Optimalkan Kampung ASI, Kelurahan Wonokromo dan UNUSA Bikin Rumah ASI

MASIH banyak bayi yang tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) secara maksimal karena berbagai alasan. Kelurahan Wonokromo bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menghadirkan...

Bajong Banyu Tradisi Sambut Puasa

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Berbagai ritual dilakukan oleh sejumlah warga di berbagai daerah dalam menyambut bulan puasa. Tak terkecuali warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kabupaten...