33 C
Semarang
Jumat, 25 September 2020

Tahun 2019, Guru Semarang Dapat TPP

Rp 90 Miliar Sejahterakan 4.600 Pendidik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Senyum merekah di wajah Endang Rahayu Astuti, kala mengetahui bahwa di tahun depan (2019, red) dirinya bersama seluruh guru bersertifikasi, pengawas sekolah, dan kepala sekolah negeri di Kota Semarang, akan mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Astuti yang merupakan kepala SD Negeri Tembalang, Kota Semarang menyatakan sangat bersyukur dengan kebijakan yang diambil oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tersebut. “Selama ini, tunjangan kepala sekolah dengan guru selisihnya hanya Rp 125 ribu, sehingga dengan adanya kebijakan ini menambah semangat kami semua,” tutur Astuti. “Dan saya yakin ini akan berimbas pada peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang, karena pendidik dapat lebih optimal dan fokus dalam menjalankan tugas,” yakinnya.

Perihal kebijakan tambahan tunjangan penghasilan bagi pendidik pada sekolah negeri di Kota Semarang itu diketahui Astuti ketika Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau SD Negeri Tembalang yang dipimipinnya, Selasa (24/7). Selain berbincang dengan para guru, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut juga menyempatkan diri berdialog dengan para murid.

Terkait kebijakan pemberian tambahan penghasilan kepada para pendidik sekolah negeri di Kota Semarang, Hendi menuturkan jika prosesnya sudah sampai pada pengajuan ke DPRD Kota Semarang. “Hari ini, sedang kami ajukan ke DPRD. Bila pola ini disetujui oleh teman-teman dewan, dipastikan seluruh guru bersertifikasi, pengawas sekolah, dan kepala sekolah mulai tahun 2019 akan mendapatkan tambahan tunjangan penghasilan,” jelasnya.

Dalam usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terkait tambahan tunjangan penghasilan sendiri, tak kurang dari anggaran sebesar Rp 90 miliar dirancang guna menyejahterakan lebih dari 4.600 tenaga pendidik di bawah Pemkot Semarang. Hendi sangat optimistis kebijakannya tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Semarang. Hal itu disampaikannya dalam rapat paripurna sehari sebelumnya di hadapan seluruh anggota dan pimpinan DPRD Kota Semarang, Senin (23/7).

Selain memberikan tambahan tunjangan penghasilan, Hendi saat di SD Negeri Tembalang juga menegaskan akan intensif berkeliling mengecek kondisi fasilitas pendidikan di Kota Semarang. “Tidak boleh ada lagi sekolah di Semarang yang infrastrukturnya jelek. Maka, untuk SD dan SMP khususnya yang negeri, saya tekankan kepada kepala Dinas Pendidikan yang baru bahwa fasilitasnya harus baik,” tegas Hendi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri yang baru dilantik beberapa hari lalu (19/7) menyatakan realisasi program SD dan SMP swasta gratis telah dirancang oleh Wali Kota Hendi. Nantinya juga akan menjadi upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang. “Dengan tanpa biaya, pasti peminat sekolah swasta juga akan bertambah, sehingga bisa turut mendorong peningkatan kualitas pendidikannya. Terkait ini akan kami realisasikan juga mulai 2019 dengan bertahap pada beberapa sekolah,” jelas Gunawan. (zal/tsa/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Disdikbud Komitmen Brantas Pungli

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal (Disdikbud) bertekad akan membrantas pungutan liar (pungli) di seluruh lembaga pendidikan di bawah Disdikbud. Hal itu...

Andalkan Berat Badan, Tubuh Jadi Berotot

Olahraga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Seperti yang dilakukan mereka yang tergabung dalam Barriors. Komunitas streetworkout  ini menawarkan olahraga dengan mengandalkan...

Jembatan Ambrol Tetap Dilalui

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Warga Desa Selomanik Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo terpaksa melintasi jembatan yang nyaris ambruk agar tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Sejak awal Januari 2018...

Korupsi, Anak Jaja Miharja Divonis 2 Tahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Anak kandung artis Jaja Miharja, Joko Andi Setiawan, divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana bantuan keuangan pengurukan tanah makam di...

Sisihkan Gaji Untuk Bedah Rumah Warga Miskin

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Polres Demak telah merampungkan pembangunan rumah milik Marsini, 75, seorang janda warga Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen. Marsini sebelumnya hidup sebatangkara sehingga...

Semarang Automotive Club (SAC), Klub Otomotif Tertua di Kota Semarang

Membentuk komunitas, sebenarnya bukan hal yang mudah. Apalagi bisa tetap eksis dalam jangka waktu yang lama di dunia otomotif. Hal itu dirasakan, pimpinan komunitas...