Suguhkan Limang Ewu Penari Topeng Lengger

Semarak Hari Jadi Ke-193 Wonosobo

470
TARIAN KHAS: Tari Topeng Lengger dibawakan lima ribu penari. Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Wakil Bupati Agus Subagiyo, Ketua DPRD Afif Nurhidayat, dandim dan kapolres beserta istri masing-masing ikut menari.
TARIAN KHAS: Tari Topeng Lengger dibawakan lima ribu penari. Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Wakil Bupati Agus Subagiyo, Ketua DPRD Afif Nurhidayat, dandim dan kapolres beserta istri masing-masing ikut menari.

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Puncak Hari Jadi ke-193 Wonosobo Selasa (24/7) kemarin berlangsung meriah. Prosesi upacara hari jadi dipimpin langsung oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo serta dihadiri ribuan warga. Menariknya untuk mengangkat daya tarik wisata, puncak upacara diisi dengan tari Topeng Lengger khas Wonosobo melibatkan 5.000 (limang ewu) penari.

Ribuan warga sejak pagi mulai memadati Alun-alun Wonosobo. Acara dimulai dengan kirab. Para anak muda membawa bendera serta deretan foto para mantan tumenggung dan Bupati Wonosobo. Selain itu, dibawa air suci tujuh sumber mata air serta pataka, songsong agung serta tumpeng hasil bumi.

Barisan tersebut, bermuara di Alun Alun Wonosobo. Bupati Eko Purnomo, Ketua DPRD Afif Nurhidayat, kapolres serta dandim menerima empat simbol meliputi tombak, pataka, songsong agung  serta bendera merah putih. Keempat benda pusaka tersebut sebelumnya sudah berkeliling ke 15 kecamatan di Wonosobo dan dikembalikan ke pendopo kabupaten.

Sebagai puncak acara, 5.000 penari dari berbagai desa dan sekolahan menari tari Topeng Lengger. Sehingga praktis semua ruang alun-alun penuh dengan penari. Menariknya para pejabat ikut menari bersama pasangan masing-masing. Meliputi bupati dengan istri, wakil bupati dengan istri, ketua DPRD dengan istri, kapolres beserta istri serta dandim dengan istri. Pertunjukan tari khas Wonosobo ini menyita ribuan pasang mata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo mengatakan, tarian yang dibawakan 5.000 penari ini sudah dipersiapkan lama. Melibatkan pelajar dan kelompok kesenian dari tiap desa. Dihelat  sebagai upaya pihaknya untuk melestarikan kesenian khas Wonosobo tersebut agar terus diminati masyarakat dan tidak punah.

“Tari Topeng Lengger merupakan tari perpaduan pria wanita. Tari ini merupakan tarian rakyat Wonosobo yang sudah turun temurun,”katanya.

Dikatakan Andang, kesenian merupakan salah satu potensi wisata. Untuk itu pihaknya berharap agar kesenian ini terus lestari dari generasi ke generasi. Dalam HUT Wonosobo ke 193 ini sengaja disuguhkan secara masal agar mampu mendongkrak berbagai even yang digelar selama rangkaian hari jadi tahun ini. Dengan suguhan tari ini, mampu memanfaatkan pariwisata dan pendidikan sekaligus memupuk budaya gotong-royong. “Aset budaya ini bagian dari magnet wisata, maka harus terus kita suguhkan,” tandasnya. (ali/adv/lis)