PEDULI DIABETES : Ketua Persadia wilayah Jateng, dr Heri Nugroho SpPD (kanan) didampingi dr Tjokorda Gede Dalem Pemayun SpPD dala jumpa pers di RSUP dr Kariadi, Senin (23/7). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI DIABETES : Ketua Persadia wilayah Jateng, dr Heri Nugroho SpPD (kanan) didampingi dr Tjokorda Gede Dalem Pemayun SpPD dala jumpa pers di RSUP dr Kariadi, Senin (23/7). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Angka kasus diabetes di Wilayah Jawa Tengah mengalami peningkatan cukup tinggi hingga mencapai 11 persen. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Jateng baru-baru ini di salah satu kantong daerah di Pekalongan.

Ketua Persadia wilayah Jateng, dr Heri Nugroho SpPD didampingi dr Tjokorda Gede Dalem Pemayun SpPD mengatakan, penanganan terhadap diabetes tidak dapat dilakukan oleh satu stakeholder saja. Apalagi, jika dibebankan kepada dokter. Menurutnya, seluruh komponen memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencegah penyakit tersebut.

“Dengan tujuan itu, Persadia menginisiasi adanya kegiatan Deteksi Dini Diabetes Melitus dengan harapan dapat mempersuasi masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan dan pencegahan terhadap diabetes,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di RSUP dr Kariadi, Senin (23/7).

Sesuai rencana, kegiatan Deteksi Dini Diabetes Melitus akan dilaksanakan pada kegiatan Car Free Day (CFD) bertempat di halaman Gradika, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (29/7) mendatang. Kegiatan ini bertajuk Diabetes dan Keluarga, Seribu Tetes Darah Deteksi Dini Diabetes Melitus pun dalam rangka peringati Hari Diabetes Nasional, 12 Juli lalu.

Kegiatan pada Minggu mendatang, Persadia Jateng menyediakan deteksi dini atau screening diabetes melalui pemeriksaan faktor risiko, pemeriksaan klinis, serta pemeriksaan glukosa darah.

“Karena ini merupakan swadaya dari kami sebagai pemerhati, kegiatan ini diperuntukan terbatas bagi 1.000 peserta. Selain itu, peserta dapat mengikuti kegiatan itu tanpa pembiayaan apapun alias gratis,” pungkasnya. (tsa/zal)