Bongkar Bangunan Liar di Saluran Irigasi

389
DIBONGKAR: Alat berat dari PSDA Jateng membongkar bangunan liar disepanjang saluran irigasi Jragung di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBONGKAR: Alat berat dari PSDA Jateng membongkar bangunan liar disepanjang saluran irigasi Jragung di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Ratusan bangunan liar di sepanjang saluran irigasi Jragung, utamanya yang ada di wilayah Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, kemarin dibongkar. Pembongkaran yang dilakukan PSDA Jateng tersebut sebagai tindaklanjut kesepakatan bersama sebelumnya bahwa batas akhir berdirinya bangunan sampai 23 Juli. Selebihnya akan dibongkar.

Pada akhirnya, ada bangunan yang dirobohkan warga sendiri dan ada juga yang dibongkar petugas. Kepala Balai PSDA Taru Bodri Kuto Jateng, Indah Sulistiyowati mengatakan, pembongkaran bangunan liar baik permanan maupun non permanen tersebut dibantu alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jateng. “Ada lebih dari 100 bangunan dibongkar. Sebagian besar sudah dibongkar warga sendiri,” katanya.

Menurutnya, saluran irigasi Jragung itu merupakan wilayah BBWS. Namun, untuk operasional pemeliharaan menjadi kewenangan PSDA. Dalam proses pembongkaran ini, ada satu bangunan warung yang diminta oleh organisasi Pemuda Pancasila (PP) agar tidak dibongkar. Sebab, untuk berjualan. Kalaupun dibongkar diharapkan ada lokasi pengganti.

“Tapi, pada prinsipnya ditanah pengairan tidak diperbolehkan ada bangunan permanen atau non permanen. Sebab, ditepi saluran itu digunakan untuk tempat penampungan sedimen tanah hasil kerukan saat pemeliharaan,” katanya.

Indah juga menambahkan, untuk membuang hasil kerukan tanah sedimen ditempat lain biayanya sangat mahal sehingga hal itu tidak memungkinkan. Karena itu, sepanjang tepi saluran irigasi Jragung tersebut harus steril dari bangunan. Untuk mengamankan proses pembongkaran bangunan tersebut, kemarin puluhan petugas dari kepolisian dan TNI disiagakan dilokasi. (hib/bas)