Bermain di Kolam, Remaja Tewas

325
DIEVAKUASI : Polisi sedang mengidentifikasi korban yang meninggal setelah bermain di kolam Taman Plasa Wonosobo Selasa (24/7). (Sigit Rahmanto/ Jawa Pos Radar Kedu)
DIEVAKUASI : Polisi sedang mengidentifikasi korban yang meninggal setelah bermain di kolam Taman Plasa Wonosobo Selasa (24/7). (Sigit Rahmanto/ Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Seorang remaja tewas setelah bermain di kolam air mancur Taman Plasa Wonosobo Selasa (24/7) siang. Korban yang diketahui bernama Alfan Maulana, 16, warga Kelurahan Garung RT 03, RW 04, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo itu diduga mengalami epilepsi sekaligus gangguan jiwa.

Seorang saksi mata, Darusalam, 40,  yang melihat kejadian itu menyebutkan sekitar pukul 12.15  korban bermain di sekitar taman. Kemudian melepas celana jins dan masuk ke dalam kolam.

“Anak itu, setelah melepaskan celananya, turun ke air untuk bermain. Kemudian naik lagi dan sempat menari-nari di atas kolam beberapa saat sebelum turun kembali ke dalam air. Saya tahu kolam itu tidak dalam. Hanya, sekitar satu lutut kaki orang dewasa. Makanya ketika bermain di dalam air, saya biarkan,” ujar Darusalam yang saat kejadian sedang bekerja di seberang jalan.

Setelah diperhatikan dan ditunggu sekitar 15 menit, tidak tampak di permukaan, ia curiga. Kemudian ia meminta seorang anak untuk melihat korban. Saat melihat ke lokasi kolam, terlihat korban sudah terapung di dalam kolam.”Saya langsung memberi tahu polisi yang kebetulan sedang lewat di jalan,” imbuhnya.

Selanjutnya korban dinaikkan oleh polisi dari kolam, dari mulutnya tampak mengeluarkan cairan berwarna  dan berbusa. Polisi kemudian membawanya ke RSUD Setjonegoro.

Dokter Umi Muazizah dari RSUD Setjonegoro yang memeriksa korban mengatakan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada diri remaja tersebut.

Menurut keterangan keluarga korban yang datang ke rumah sakit bahwa memang korban mempunyai riwayat penyakit epilepsi yang selalu kambuh. Selain itu, korban juga mengidap gangguan jiwa.

Pihak keluarga tidak menginginkan jenazah untuk dilakukan otopsi. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah dan meminta jenazah dibawa pulang untuk dimakamkan. (cr1/lis)