Belum Miliki Venue Exhibiton Memadai

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Semarang MICE Community (Smicecomm) menilai infrastruktur Kota Semarang hingga tahun 2018 telah memenuhi syarat sebagai kota Meeting, Incentive dan Conference (MIC). Hal itu berarti Semarang masih belum memenuhi syarat untuk menjadi kota Exhibition.

Ketua Smicecomm, Solichoel Soekaemi mengatakan bahwa dari kesiapan infrastruktur Kota Semarang sudah siap untuk kegiatan meeting dan konvensi atau konferens. Hanya saja, kendala di kota ini adalah kurangnya pengelola asli Semarang yang secara khusus mengelola destinasi MICE serta belum adanya venue exhibition yang memadai.

“Ini yang harusnya didorong supaya ada pihak yang mengkhususkan diri mengelola itu. Selain itu, Kota Semarang belum bisa menjadi kota penyelenggaraan pameran, karena venue-nya belum memadai,” ungkapnya usai mengisi Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Pemetaan dan Target Pasar Kota Semarang sebagai Destinasi MICE di Hotel Dafam, Selasa (24/7).

Menurut Solichoel, Kota Semarang saat ini perlu fokus mendorong adanya pengelola asal Semarang sehingga infrastruktur yang sudah ada, bisa lebih sering digunakan oleh penyenggara asal Kota Lumpia itu sendiri. Selain itu, pembangunan Semarang Expo Center yang saat ini tengah dalam perencanaan Kota Semarang juga diapresiasi oleh Smicecomm.

“Tapi kembali lagi, ada infrastrukturnya berarti Semarang harus punya biro yang khusus juga. Jadi gabungan antara pemerintah dan industrinya, supaya ke depannya nanti infrastruktur itu tidak vakum,” tandasnya.

Senada disampaikan oleh Shafigh Pahlevi Lontoh dari Association of Event Organizer Company (AEOC). Menurutnya, Semarang saat ini telah memiliki infrastruktur yang cukup untuk menjadi destinasi MICE. Namun, terkait Exhibition, Kota Semarang memang masih belum cukup.

“Memang ada PRPP, tapi seperti yang dikatakan sebelumnya. Selama belum ada biro yang khusus untuk mengelola, jadi berat. Tapi kalau disesuaikan dengan #SemarangSekarang, akan lebih baik kalau dibuat yang baru,” ujarnya.

Shafigh menambahkan, Semarang yang saat ini telah memiliki bandara baru dengan skala internasional akan semakin siap menjadi destinasi MICE jika memiliki infrastruktur untuk exhibition. Letak Semarang, lanjut dia, secara geografis berada di tengah-tengah Pulau Jawa maka jika memiliki convention hall dapat menjadi hukuman berbagai event. “Konser musik internasional sampai dengan pameran eksibisi nanti, Semarang tidak akan dilewati saja seperti yang sudah-sudah,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Perencanaan Ekonomi Badan Perencanaan, Pembangunan Ekonomi Daerah (Bappeda) P Tri Susanta mengatakan dengan terselenggaranya FGD tersebut, pihaknya dapat menjaring masukan dari para pelaku yang terlibat langsung untuk menjadikan Kota Semarang dapat menjadi kota destinasi MICE. Pemetaan itu sendiri bertujuan agar pemerintah lebih tahu posisi pasar Kota Semarang di dalam MICE itu sendiri.

Tri mengatakan, pihaknya merasa hingga saat ini masih membutuhkan kontribusi langsung dari rekan-rekan asosiasi dan para pelaku pariwisata. Tri mengklaim, dari FGD yang berlangsung, pihaknya telah mendapatkan gambaran posisi Semarang saat ini. Ke depan, tinggal bagaimana Pemkot Semarang mem-push bagian mana yang menjadi core Kota Semarang sebagai destinasi MICE.

“Termasuk juga dengan rencana pembangunan Expo Center yang harapannya bisa menjawab persoalan kurangnya venue exhibiton di Kota Semarang. Ini menjadi masukan yang bagus, mudah-mudahan dalam implementasi pembangunan Semarang Expo Center juga memenuhi standarisasi yang ada,” pungkasnya. (tsa/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -