Bahas Rancangan tambahan Penghasilan ASN TA 2019 dan Pembahasan Sister City Kota Semarang-Brisbane

Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang

258
RAPAT PARIPURNA : Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang yang digelar di Balai Kota Semarang, Senin (23/7) malam. (Triawanda Tirta Aditya/Jawa Pos Radar Semarang)
RAPAT PARIPURNA : Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang yang digelar di Balai Kota Semarang, Senin (23/7) malam. (Triawanda Tirta Aditya/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menggelar rapat Paripurna, Senin (23/7) malam. Paripurna yang dihadiri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi tersebut membahas tentang rancangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2019 dan membahas wacana penandatanganan surat perjanjian kerjasama antara Kota Semarang dengan Brisbane terkait Sister City tahun 2018.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyampaikan kenaikan TPP sebanyak 50 persen untuk ASN tahun 2019 bertujuan untuk mensejahterakan pegawai dan mengapresiasi kinerja mereka, supaya para ASN juga semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kota Semarang.

Selain itu, Hendi sapaan Wali Kota Semarang, juga memberikan penjelasan terkait adanya wacana penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) atau surat perjanjian kersama antara Kota Semarang dan Brisbane terkait dengan proyek Sister City tahun 2018. Hendi mengatakan, kerjasama antara kedua kota tersebut sudah berlangsung sejak tahun 1993 hingga tahun 2013, Pemkot Semarang berencana untuk menandatangani MoU kerjsama kedua kota tersebut pada tanggal 23 Agustus 2018 di Kota Brisbane, Australia.

Anggota DPRD Fraksi PKB, Sodri menyatakan setuju dan mengapresiasi langkah Pemkot Semarang untuk menaikan TPP bagi PNS di tahun 2019 mendatang. Namun jangan sampai langkah tersebut membuat kinerja pelayanan PNS ke masyarakat menurun, dan pihaknya berharap dengan adanya kenaikan TPP ini mampu membersihkan Kota Semarang dari pungutan liar (pungli).

“Tindakan seperti apa yang akan diambil Pemerintah Kota Semarang apabila setelah adanya Kenaikan TPP PNS tahun 2019, justru membuat oknum PNS melakukan tindakan indisipliner ataupun melakukan tindakan menyimpang lainya,” tanya, H.Annang Budi Utomo, SMn, M,Pd dari Fraksi Golkar.

Sementara itu, anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Semarang, Suciati, SKM ikut mempertanyakan rencana ikatan kerjasama antara Kota Semarang dan Brisbane. “Manfaat apa saja yang akan kita dapatkan apabila bekerjasama dengan Kota Brisbane, dan apa pengaruhnya untuk masyarakat Kota Semarang. Perihal kenaikan TPP ASN tahun 2019 saya setuju dan mengapresiasi rencana tersebut,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, wali kota menyatakan, ada sejumlah keuntungan dalam kerjasama antara Kota Semarang dan Brisbane. Dicontohkan pengembangan kawasan Kota Lama sebagai World Heritage yang didukung oleh Unesco. “Dan yang paling penting adalah kerjasama di bidang kesehatan,” kata Hendrar Prihadi.

Hendi menambahkan, salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Brisbane pernah meneliti sejumlah penyakit yang ada di negara-negara tropis seperti Indonesia, khususnya demam berdarah. Hasil dari penelitian tersebut digunakan sebagai rujukan oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang sebagai upaya penanggulangan penyakit demam berdarah di Kota Semarang yang saat ini sudah terbukti ampuh.

“Terkait dengan kasus indispiliner ASN di Kota Semarang, kami sudah beberapa kali memberikan sanksi seperti pemotongan TPP selama 2-4 bulan lamanya, bahkan ada sejumlah PNS yang terpaksa dicopot jabatanya karena terbukti melakukan Pungli dan melakukan tindakan menyimpang lainya,” kata Hendi.

Ketua DPRD Kota Semarang H Supriyadi, S.Sos, MA, mengatakan, dalam hal kenaikan tunjangan pegawai, Pemkot Semarang harus memperhatikan sejumlah indikator salah satunya adalah beban kerja. Sebab, tidak mungkin seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki beban kerja yang sama.

“Pemkot jangan menyamaratakan beban kerja antar OPD, sebab di sejumlah OPD seperti yang bukan penghasil pendapatan daerah itu memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang berbeda,” bebernya kepada Jawa Pos Rdar Semarang, Selasa (24/7).

Supriyadi menjelaskan, Pemkot Semarang harus memperhatikan dengan detail adanya perbedaan baik antar OPD maupun terkait perbedaan golongan ataupun jabatan. Namun demikian, Ia setuju dengan penerapan punishment bagi ASN dengan sanksi tidak mendapat tunjangan tersebut. “ASN melakukan pelanggaran indisipliner itu bisa dipotong atau tidak mendapat tunjangan tambahan itu. Itu bagus juga,” ujarnya.

Selain itu, Supriyadi juga mengimbau pada Pemkot Semarang untuk memperhatikan tunjangan bagi pegawai Non ASN. Menurutnya, kenaikan tunjangan ini juga harus berlaku secara menyeluruh. Sehingga tidak ada lagi yang mendapat gaji dibawah UMK. “Take home pay harus sesuai UMK dan itu di luar asuransi ketenagakerjaan maupun kesehatan,” tandasnya.

Sementara terkait program Sister City Kota Semarang dan Kota Brisbane, Australia Supriyadi membeber alasan Pemkot Semarang yang masih mempertahankan hubungan dengan Kota Brisbane sebagai sister city nya antara lain karena pembangunan yang selama ini dilaksanakan oleh Pemkot Semarang, sebagian menggunakan tenaga ahli yang berasal dari Kota Brisbane.

“Terus dengan konsep-konsep pembangunan di daerah-daerah yang tertinggal atau kumuh dan ada kemiskinannya, itu juga menyadur atau mencontoh konsep dari sana dan hasilnya juga bagus,” ujarnya.

Selain di pembangunan dan perencanaan tata kota, Pemkot Semarang juga tak jarang mengadopsi dari bidang pendidikan. Salah satunya adalah dengan pertukaran pelajar yang terjadi setiap tahunnya.

Supriyadi mengatakan, alasan yang melatarbelakangi dipertahankannya hubungan sister city antara Kota Semarang dan Kota Brisbane, ini telah berdampak baik pada laju perkembangan kota Lumpia ini.“Artinya dari sisi pendidikan, pembangunan dan perencanaan tata kota itu kan sedikit banyak mengambil contoh dari brisbane, dan itu pengaruhnya cukup baik sehingga bisa berlanjut kerjasamanya. Bahkan akan lebih baik jika dikembangkan di bidang lainnya,” tandasnya. (HMS)