Pemkab Harus Fokus Selesaikan Pasar Induk

Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo

312
Suwondo Yudhistoro - Ketua Komisi A
Suwondo Yudhistoro - Ketua Komisi A

RADARSEMARANG.COM, PENGGUNAAN – APBD oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada tahun 2017 telah sesuai prosedur dan dinilai seimbang antara pemasukan dan pengeluaran. Sehingga laporan pertanggungjawaban APBD 2017 mendapat predikat wajar tanpa pengecualian.

Meski demikian, menurut Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro, di dalam pelaporan yang dilakukan oleh tiap-tiap dinas yang dibahas di masing-masing komisi, banyak ditemukan persoalan-persoalan yang krusial dan perlu adanya tindak lanjut. Salah satunya berkaitan dengan terhambatnya pembangunan Pasar Induk yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Hal ini diharapkan menjadi fokus utama bagi pemerintah daerah dalam penganggaran APBD 2018 ke depan.

“Kami merekomendasikan agar saudara bupati beserta jajarannya untuk fokus melakukan penyelesaian Pasar Induk Wonosobo. Bisa tertata dan roda ekonomi segera berjalan normal serta pusat kota ini bisa tertata kembali dengan baik,” ujar Suwondo Yudhistiro.

Selain itu, persoalan-persoalan yang diharapkan untuk segera diatasi oleh pemerintah daerah saat ini di antaranya renovasi alun-alun kota. Sehingga para pedagang kaki lima bisa melanjutkan roda perekonomiannya secara normal kembali.

“Tentu dengan catatan bahwa para PKL ini tidak mengganggu arus lalu lintas ataupun kepentingan-kepentingan masyarakat umum dalam pemanfaatan alun-alun sebagai ruang terbuka hijau,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Daerah sudah seharusnya melakukan upaya serius untuk mengembalikan fungsi utama Alun-alun sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang bisa menjadi pusat aktivitas olah raga, pertunjukan seni-budaya, rekreasi keluarga dan sekaligus sebagai penyangga lingkungan hidup. Banyaknya pohon Bramastana (Beringin) yang ditanam di seputar Alun-alun dan di tengah Alun-alun menjadi penyuplai oksigen yang menambah kesejukan kota dan sebagai penjaga mata air yang sangat dibutuhkan oleh warga.

Karena itu, sangat diperlukan ketegasan sikap Pemda Wonosobo dalam melakukan penertiban para pedagang sekaligus harus mencari solusi alternatif agar para pedagang musiman tersebut juga bisa tetap mengais rezeki dari keramaian kota tanpa menimbulkan kesan semrawut, kumuh dan liar tanpa aturan. “Pemda harus mengupayakan agar segera membuat pusat perbelanjaan di sekitar kota yang bisa menggantikan Alun-alun saat ini dan melakukan penataan parkir kendaraan bermotor di seluruh pusat kota.”

Tingginya angka kecelakaan di jalan Kertek, lanjut Suwondo, juga harus dicarikan solusi dan perencanaan yang matang agar tidak ada lagi kecelakaan, setidaknya angka kecelakaan berkurang.

Hal itulah yang menjadi pekerjaan rumah Pemkab Wonosobo ke depan dalam melaksanakan serta mengemban amanah masyarakat. Hal itu demi tercapainya kesejahteraan masyarakat serta tercapainya visi terciptanya lingkungan yang aman, sehat, rapi dan indah. (cr1/lis)