Pembangunan Insfrastruktur Harus Lebih Merata

Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo

418
Wahyu Nugroho - Ketua Komisi C
Wahyu Nugroho - Ketua Komisi C

RADARSEMARANG.COM, KEMAJUAN – suatu daerah tidak bisa dilepaskan dari pembangunan infrastruktur. Sebab pembangunan infrastruktur yang baik bisa mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.

Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo menyoroti pemerintah daerah dalam mencari terobosan untuk menangani pemerataan pembangunan di Wonosobo. Karena dinilai pembangunan infrastruktur belum merata.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo Wahyu Nugroho menyampaikan bahwa peran pemerintah dalam melakukan proses pembangunan sudah cukup baik, hanya perlu untuk terus didorong agar segera tercipta pemerataan pembangunan.

Ketimpangan pembangunan di kota dan desa, menurutnya, masih sangat mencolok. Khususnya dalam bidang pembangunan insfratuktur jalan. Ini terlihat saat dirinya datang menemui masyarakat pedesaan di daerah perbatasan.

Menurut Wahyu, dalam peningkatan pembangunan Kabupaten Wonosobo masih tertinggal dari kabupaten lain. “Kita masih di angka 65 persen dibanding kabupaten lain di mana mereka sudah mencapai angka 85 persen. Jangan sampai pembangunan jalan kabupaten itu dilimpahkan pada pihak desa, karena tentu akan sangat memberatkan mereka,” imbuhnya.

Sebagai contoh, pada Maret 2018 lalu, Komisi C meninjau jalan penghubung antar Kecamatan Watumalang dan Leksono yang rusak. Padahal jalur tersebut merupakan akses utama warga dua kecamatan tersebut. Warga telah mengadukan hal tersebut ke DPRD dan meminta agar pemerintah memperbaikinya.

Menurut Wahyu, jalan penghubung tersebut merupakan akses utama penyangga kegiatan ekonomi dan sosial antar dua kecamatan, dampak nyata yang dirasakan setelah kerusakan jalan tersebut di antaranya kondisi pasar tradisional kecamatan menjadi sepi. “Kalau hancur seperti itu ya sepi, kendaraan bermotor maupun angkutan malas melintas, bahkan menurut kami sudah membahayakan apalagi saat musim hujan,” katanya.

Selain menyoroti soal pembangunan infrastruktur jalan yang belum dirasa merata ini, Wahyu juga menyampaikan perlunya pembangunan pasar untuk bisa menjadi prioritas.

“Dana sudah ada, tetapi mengapa sampai sekarang belum tampak adanya pembangunan. Memang di pemerintah masih sempat terganjal karena proses relokasi. Tapi saya kira tetap ada solusi dari permasalahan ini,” tandasnya.

Sementara itu, dari eksekutif sendiri mengakui bahwa proses itu masih terus diikhtiarkan. Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Wonosobo, Agus Suryatin, pemerintah terus berusaha dalam meningkatkan pemerataan pembangunan. “Kita masih berada dalam zona merah sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Untuk itu prioritas kita tentu tidak hanya pada pembangunan jalan saja, tetapi juga merambah dalam sektor yang lainnya.” (cr1/lis)