Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Perlu Ditingkatkan

Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo

365
Achmad Faizun - Ketua Komisi D
Achmad Faizun - Ketua Komisi D

RADARSEMARANG.COM, MEMASUKI – Hari Ulang tahun yang ke 193 bagi Pemkab Wonosobo, Komisi D DPRD Wonosobo menilai masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam sektor pendidikan dan kesehatan.

Ketua Komisi D Ahmad Faizun mengatakan, yang paling hangat dalam kebijakan penyelenggaraan pendidikan yakni penerapan zonasi bagi pelajar tingkat SMP. Dari hasil monitoring yang dilakukan pihaknya, masih terdapat anak yang belum mendapatkan sekolah.

“Kami meminta Pemkab bisa tanggap cepat ketika ada kebijakan baru, disiapkan sampai dengan teknisnya, karena masih ada anak belum mendapatkan sekolah akibat kebijakan zonasi,” kata Anggota dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini.

Pada sektor kualitas, kata Faizun, pendidikan di Wonosobo masih butuh peningkatan kualitas tenaga pengajar. Untuk kelas Sekolah Dasar, belum semuanya menerapkan pendidikan dengan kurikulum 2013. Pemicunya karena belum semua tenaga pendidik memahami teknis dan penerapan kurikulum 2013. “Selain fasilitas, tentu Pemkab harus menyediakan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis bagi tenaga pengajar,” tandasnya.

Untuk sektor kesehatan, Faizun menilai, kualitas pelayanan kesehatan di Wonosobo masih kurang. Selain fasilitas layanan, jumlah tenaga pelayanan kesehatan juga masih kurang. Hal ini berdampak terhadap kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan kesehatan.

“Penambahan tenaga kesehatan harus dilakukan oleh Pemkab,” katanya.

Tak hanya itu, banyak masyarakat juga belum mampu menjangkau layanan kesehatan dengan mudah. Terutama warga miskin yang tidak masuk dalam BPJS non-iuran. Sehingga ketika sakit, warga kesusahan mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk itu, Komisi D mendorong Pemkab melakukan pendataan secara cermat warga miskin sehingga bisa dianggarkan melalui anggaran jaminan kesehatan daerah.

“Masih ada warga kurang mampu tidak memikiki BPJS, saat sakit kesusahan mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Untuk itu, kata Faizun pihaknya mendorong kepada Pemkab Wonosobo bekerja keras memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan sebagai layanan pokok yang harus didapatkan oleh warga. Selain membangun kualitas sumber daya manusia, pendidikan juga akan menjadi indikator dalam penumbuhan mental masyarakat.

“Strategi dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan harus segera diperbaiki, kami legislatif siap memberikan masukan masukan,” jelasnya. (ali/ton)