33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Perlu Ditingkatkan

Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, MEMASUKI – Hari Ulang tahun yang ke 193 bagi Pemkab Wonosobo, Komisi D DPRD Wonosobo menilai masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam sektor pendidikan dan kesehatan.

Ketua Komisi D Ahmad Faizun mengatakan, yang paling hangat dalam kebijakan penyelenggaraan pendidikan yakni penerapan zonasi bagi pelajar tingkat SMP. Dari hasil monitoring yang dilakukan pihaknya, masih terdapat anak yang belum mendapatkan sekolah.

“Kami meminta Pemkab bisa tanggap cepat ketika ada kebijakan baru, disiapkan sampai dengan teknisnya, karena masih ada anak belum mendapatkan sekolah akibat kebijakan zonasi,” kata Anggota dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini.

Pada sektor kualitas, kata Faizun, pendidikan di Wonosobo masih butuh peningkatan kualitas tenaga pengajar. Untuk kelas Sekolah Dasar, belum semuanya menerapkan pendidikan dengan kurikulum 2013. Pemicunya karena belum semua tenaga pendidik memahami teknis dan penerapan kurikulum 2013. “Selain fasilitas, tentu Pemkab harus menyediakan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis bagi tenaga pengajar,” tandasnya.

Untuk sektor kesehatan, Faizun menilai, kualitas pelayanan kesehatan di Wonosobo masih kurang. Selain fasilitas layanan, jumlah tenaga pelayanan kesehatan juga masih kurang. Hal ini berdampak terhadap kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan kesehatan.

“Penambahan tenaga kesehatan harus dilakukan oleh Pemkab,” katanya.

Tak hanya itu, banyak masyarakat juga belum mampu menjangkau layanan kesehatan dengan mudah. Terutama warga miskin yang tidak masuk dalam BPJS non-iuran. Sehingga ketika sakit, warga kesusahan mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk itu, Komisi D mendorong Pemkab melakukan pendataan secara cermat warga miskin sehingga bisa dianggarkan melalui anggaran jaminan kesehatan daerah.

“Masih ada warga kurang mampu tidak memikiki BPJS, saat sakit kesusahan mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Untuk itu, kata Faizun pihaknya mendorong kepada Pemkab Wonosobo bekerja keras memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan sebagai layanan pokok yang harus didapatkan oleh warga. Selain membangun kualitas sumber daya manusia, pendidikan juga akan menjadi indikator dalam penumbuhan mental masyarakat.

“Strategi dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan harus segera diperbaiki, kami legislatif siap memberikan masukan masukan,” jelasnya. (ali/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Arus Pendek Listrik, Dua Rumah Terbakar

DEMAK-Kebakaran hebat kemarin menimpa dua rumah di Desa Tanjunganyar, Kecamatan Gajah. Yaitu, rumah milik Makhali, 40, dan Makhrus, 35, warga RT 1 RW 3....

BCA Asah Leadership Mahasiswa

SEMARANG – Bank Central Asia (BCA) menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan bagi para penerima Beasiswa Bakti BCA di Universitas Diponegoro (Undip), baru-baru ini. Program tersebut sebagai...

Debat Tingkatkan Keterampilan Berbicara

RADARSEMARANG.COM - BERDEBAT tidak selalu negatif, tetapi dapat menjadi kegiatan yang menarik bagi kalangan siswa dan mahasiswa. Dalam pembelajaran debat sendiri,  dapat membuat kita...

Naik Bus Bareng, Eratkan Tali Persaudaraan

JANGAN tanya berapa jumlah koleksi miniatur bus anggota Komunitas Bismania Korwil Semarang ini. Karena mereka memang tidak memfokuskan diri mengoleksi diecast bus, tapi gemar...

Serahkan Santunan ke Keluarga TKI

SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan bantuan berupa santunan kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kecelakaan di Penang, Malaysia....

Marak, Pelanggaran Truk Kelebihan Muatan

TEMANGGUNG—Satlantas Polres Temanggung bersama Pengadilan Negeri (PN) dan Kejari menggelar razia bersama, sekaligus sidang di tempat. Razia terpusat di Jalan Suwadi Suwardi atau depan...