33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Hi Farm Education, Solusi Penyuluhan Pertanian pada Anak Usia Dini

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam terutama hasil pertanian. Namun saat ini, Indonesia sedang mengalami banyak tantangan meliputi menurunnya kualitas agroekosistem alam pertanian, stagnansi produksi pertanian, dan menurunnya minat generasi pemuda bekerja sebagai petani.

Adanya perubahan keinginan untuk bekerja di sektor industri, yang menyebabkan menurunnya minat generasi produktif/muda yang ingin menjadi seorang petani. Selain berkurangnya jumlah petani, masalah lainnya adalah terkait usia dan produktivitas petani yang rata-rata usianya sudah tua dengan kapasitas penerapan teknologi baru yang rendah. Hal tersebut, menjadi penyebab produktivitas petani di Indonesia lebih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara di wilayah ASEAN.

Ada banyak alasan yang bisa dijadikan sebagai alasan keengganan pemuda menjadi petani yakni prestise yang diterima di kalangan masyarakat dan profesi petani tidak menjanjikan untuk masa depan. Dengan stigma yang telah melekat tersebut, pemuda lebih senang bekerja sebagai surveyor kredit, buruh pabrik atau bekerja apapun di kota.

Dalam upaya merespon permasalahan tersebut, maka perlu adanya kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan dari anak usia dini melalui media permainan edukasi berbasis pertanian yaitu Hi Farm Education sebagai alat peraga. Gagasan permainan edukasi ini diwujudkan melalui kegiatan kemahasiswaan yakni lolos program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM-M) tingkat nasional tahun 2018 yang dibimbing penulis sebagai pencetus gagasan dan penemu rintisan permainan edukatif pertanian tersebut. Permainan edukatif sangat menarik untuk dikembangkan yakni mengadopsi metode permainan ular tangga yang dipadupadankan dengan kegiatan budidaya tanaman, misalnya jagung dan padi.

Jumlah kotak pada permainan mempertimbangkan lama waktu budidaya dan rintangan yang terdapat dalam permainan mengacu pada panca usaha tani meliputi pemilihan benih/penanaman, pengolahan tanah, pengairan, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit tanaman hingga waktu panen.

Inovasi permainan Hi Farm Education sebagai miniatur permainan telah dipraktikkan di tiga lokasi yakni PAUD Mutiara Hati Kaliangrik, TK RA Islamiyah Kaliangkrik Kabupaten Magelang, dan TPQ Isnain Al Hidayah Dumpoh Kota Magelang. Hi Farm Education dalam pelaksanaannya, direalisasikan di lapangan bersama empat mahasiswa lintas multidisiplin ilmu yakni Ayu Septia Andriani (S-1 Agroteknologi), Muhammad Dian Fery Firmanda (S-1 Teknik Sipil), Ahmad Choirul (S-1 Teknik Mesin), dan Diky Ilham Irvandiyanto (S-1 Teknik Mesin). Tim PKM-M sudah mempraktikkan Hi Farm Education di tiga lokasi tersebut dan anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti permainan yang didesain seperti mainan ular tangga, sampai praktik langsung (menanam, menyiram, dan merawat tanaman). Termasuk para guru juga ikut antusias mengikutinya.

Bermain merupakan salah satu bentuk aktivitas sosial yang dominan dilakukan anak-anak dengan banyak menghabiskan waktunya diluar rumah untuk bermain bersama teman-temannya. Para guru TK RA Islamiyah menilai Hi Farm Education sangat menarik bagi peserta didik TK dengan meningkatkan pengetahuan, afeksi dan psikomotor terutama dalam permainan besar di mana peserta didik menjadi pion permainan dan temannya yang melempar dadu permainan.

Melalui permainan Hi Farm Education yang ditujukan pada anak kecil, mereka dapat belajar. Dengan bermain anak kecil akan belajar berbagai hal tentang kehidupan sehari-sehari dan Hi Farm Education adalah solusi menanamkan unsur-unsur pendidikan pertanian di dalamnya. (*)

Penulis adalah Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tidar

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan

MUNGKID - Kapolres Magelang AKBP Hindarsono terus melakukan langkah penertiban kegiatan penambangan ilegal di wilayah hukumnya. Bahkan, Rabu (15/3), polisi terpaksa memberikan tembakan peringatan...

Bawaslu Perlu Transformasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Ida Budhiati menyampaikan disertasi miliknya yang berjudul Rekonstruksi Politik Hukum Penyelenggara Pemilihan Umum di...

Catut PKS, Pembuat Hoax Bikin Hari Poligami Nasional

JawaPos.com - Ada-ada saja ulah pembuat hoax yang satu ini. Mereka menyebut 1 Maret sebagai hari poligami nasional. Mungkin agar lebih dipercaya, dibuatlah ucapan...

Dorong Semarang Jadi Kota Humanis

THERESIA Tarigan mendambakan Semarang menjadi kota yang humanis, menjadi kota yang memiliki konsep transportasi berkelanjutan. Sehingga semua pergerakan warga, lebih banyak menggunakan moda transportasi...

Wajah Baru Jalan Thamrinku

Oleh: Dahlan Iskan Jangan lupa memuji wajah baru Jalan Thamrin Jakarta. Atau jangan lupa memberi masukan. Mumpung pembenahannya belum begitu tuntas. Yang utama adalah penghapusan jalur...

Ajak Warga Perangi Premanisme

WONOSOBO–Upaya menekan kriminal premanisme di sejumlah pasar dilakukan Polres Wonosobo. Di bawah koordinasi Satuan Binmas Polres Wonosobo, sejak kemarin, petugas menyasar preman-preman pasar. Tiga pasar...