Hi Farm Education, Solusi Penyuluhan Pertanian pada Anak Usia Dini

612
Oleh : Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc.
Oleh : Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc.

RADARSEMARANG.COM –¬†Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam terutama hasil pertanian. Namun saat ini, Indonesia sedang mengalami banyak tantangan meliputi menurunnya kualitas agroekosistem alam pertanian, stagnansi produksi pertanian, dan menurunnya minat generasi pemuda bekerja sebagai petani.

Adanya perubahan keinginan untuk bekerja di sektor industri, yang menyebabkan menurunnya minat generasi produktif/muda yang ingin menjadi seorang petani. Selain berkurangnya jumlah petani, masalah lainnya adalah terkait usia dan produktivitas petani yang rata-rata usianya sudah tua dengan kapasitas penerapan teknologi baru yang rendah. Hal tersebut, menjadi penyebab produktivitas petani di Indonesia lebih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara di wilayah ASEAN.

Ada banyak alasan yang bisa dijadikan sebagai alasan keengganan pemuda menjadi petani yakni prestise yang diterima di kalangan masyarakat dan profesi petani tidak menjanjikan untuk masa depan. Dengan stigma yang telah melekat tersebut, pemuda lebih senang bekerja sebagai surveyor kredit, buruh pabrik atau bekerja apapun di kota.

Dalam upaya merespon permasalahan tersebut, maka perlu adanya kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan dari anak usia dini melalui media permainan edukasi berbasis pertanian yaitu Hi Farm Education sebagai alat peraga. Gagasan permainan edukasi ini diwujudkan melalui kegiatan kemahasiswaan yakni lolos program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM-M) tingkat nasional tahun 2018 yang dibimbing penulis sebagai pencetus gagasan dan penemu rintisan permainan edukatif pertanian tersebut. Permainan edukatif sangat menarik untuk dikembangkan yakni mengadopsi metode permainan ular tangga yang dipadupadankan dengan kegiatan budidaya tanaman, misalnya jagung dan padi.

Jumlah kotak pada permainan mempertimbangkan lama waktu budidaya dan rintangan yang terdapat dalam permainan mengacu pada panca usaha tani meliputi pemilihan benih/penanaman, pengolahan tanah, pengairan, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit tanaman hingga waktu panen.

Inovasi permainan Hi Farm Education sebagai miniatur permainan telah dipraktikkan di tiga lokasi yakni PAUD Mutiara Hati Kaliangrik, TK RA Islamiyah Kaliangkrik Kabupaten Magelang, dan TPQ Isnain Al Hidayah Dumpoh Kota Magelang. Hi Farm Education dalam pelaksanaannya, direalisasikan di lapangan bersama empat mahasiswa lintas multidisiplin ilmu yakni Ayu Septia Andriani (S-1 Agroteknologi), Muhammad Dian Fery Firmanda (S-1 Teknik Sipil), Ahmad Choirul (S-1 Teknik Mesin), dan Diky Ilham Irvandiyanto (S-1 Teknik Mesin). Tim PKM-M sudah mempraktikkan Hi Farm Education di tiga lokasi tersebut dan anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti permainan yang didesain seperti mainan ular tangga, sampai praktik langsung (menanam, menyiram, dan merawat tanaman). Termasuk para guru juga ikut antusias mengikutinya.

Bermain merupakan salah satu bentuk aktivitas sosial yang dominan dilakukan anak-anak dengan banyak menghabiskan waktunya diluar rumah untuk bermain bersama teman-temannya. Para guru TK RA Islamiyah menilai Hi Farm Education sangat menarik bagi peserta didik TK dengan meningkatkan pengetahuan, afeksi dan psikomotor terutama dalam permainan besar di mana peserta didik menjadi pion permainan dan temannya yang melempar dadu permainan.

Melalui permainan Hi Farm Education yang ditujukan pada anak kecil, mereka dapat belajar. Dengan bermain anak kecil akan belajar berbagai hal tentang kehidupan sehari-sehari dan Hi Farm Education adalah solusi menanamkan unsur-unsur pendidikan pertanian di dalamnya. (*)

Penulis adalah Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tidar