Bupati Pimpin Kirab Bedhol Kedhaton

437
JADI TRADISI : Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat mengikuti prosesi Bedhol Kedhaton di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto, Senin (23/7). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
JADI TRADISI : Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat mengikuti prosesi Bedhol Kedhaton di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto, Senin (23/7). (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Dimulai dari Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto, Senin (23/7), prosesi peringatan puncak HUT ke-193 Kabupaten Wonosobo dimulai. Bupati Wonosobo Eko Purnomo dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) berbaur dengan masyarakat untuk melaksanakan prosesi Bedhol Kedhaton.

Upacara Bedhol Kedhaton dimulai dari kantor Desa Plobangan. Rombongan yang memakai pakaian adat Jawa berjalan kaki menuju makam pendahulu Wonosobo yaitu makam Ki Ageng Wanusaba untuk melakukan ziarah. Di sana dilakukan upacara penghormatan serta hening cipta untuk mengenang jasa para pendahulu Kabupaten Wonosobo yang dipimpin langsung oleh Bupati Eko Purnomo. Ziarah diakhiri dengan doa bersama.

Selanjutnya, dilakukan prosesi mengambil tanah di sekitar makam Ki Ageng Wanusaba (Siti Bantolo) oleh sesepuh Desa Plobangan dan juga dilakukan pengambilan air (Tirto Perwitosari) dari mata air Tuk Sampan di Desa Plobangan. Tanah dan air kemudian dibawa ke Sanggar Kesenian Desa Plobangan dengan cara kirab untuk disemayamkan.

Setelah sampai di Sanggar Kesenian Desa, pusaka Bedhol Kedhaton yaitu Siti Bantolo dan Tirto Perwitosari tersebut oleh sesepuh Desa kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Plobangan untuk disimpan sementara, menunggu prosesi selanjutnya. Yaitu diserahkan kepada Bupati Wonosobo malam harinya.

Di lapangan desa, prosesi juga dimeriahkan dengan Gebyar Budhaya yang diisi pentas kesenian masyarakat Plobangan dan sekitarnya. Juga ada penyerahan panji-panji Kecamatan Selomerto. Acara siang itu diakhiri dengan acara tambahan yaitu pengukuhan Pokdarwis Desa Plobangan oleh Bupati Wonosobo.

Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Wonosobo Tono Prihatono mengatakan, acara Bedhol Kedhaton tergolong baru dalam rangkaian peringatan HUT Wonosobo. Hal ini menyusul ditemukannya beberapa penelitian bahwa Plobangan menjadi cikal bakal berdirinya Pemerintahan Wonosobo kemudian berpindah. “Malam ini juga akan digelar doa bersama melibatkan semua agama dan semua yang hadir menggunakan baju adat Jawa, sebagai wujud syukur,” jelasnya. (ali/ton)