Bersama Melindungi Masa Depan Anak

292
RAMAH ANAK : Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid saat mengisi acara Dialog Bersama Parlemen
RAMAH ANAK : Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid saat mengisi acara Dialog Bersama Parlemen "Melindungi dan Mensejahterakan Anak" di Hotel Quest, Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketahanan dan harmonisasi keluarga sangat penting sebagai salah satu upaya melindungi dunia anak-anak di Jateng. Sebab, di era saat ini banyak persoalan kekerasan yang mengancam keberadaan anak-anak sangat kompleks. Ancaman dari pengaruh teknologi, kekerasan seksual, kekerasan fisik sampai aksi bullying.

“Anak-anak merupakan aset berharga untuk masa depan. Jadi harus dilindungi dengan maksimal hak-haknya agar menjadi generasi emas,” kata Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid saat mengisi acara Dialog Bersama Parlemen “Melindungi dan Mensejahterakan Anak” di Hotel Quest, Semarang.

Ia menambahkan, ancaman terhadap anak harus diantisipasi sejak dini. Hal itulah yang membuat DPRD Jateng sudah membuat Perda No 2 Tahun 2018 tentang Ketahanan Keluarga. Itu sebagai paying hukum, agar ketahanan keluarga benar-benar bias terwujud di Jateng. Ia terus mendesak agar Pemprov dan pemerintah daerah bias memaksimalkan perannya dalam membuat kebijakan ramah anak. “Jika keluarga harmonis, tentu anak akan merasa nyaman dan terlindungi. Sehingga anak lahir menjadi generasi emas,” ujarnya.

Politisi PKB ini mengajak seluruh elemen masyarakat bias berperan dalam melindungi dan mensejahterakan anak-anak. Terutama keluarga yang setiap hari dekat dan berinteraksi dengan anak. Selain itu juga harus bisa menciptakan lingkungan ramah anak-anak. “Harus ada proteksi, karena anak sangat rentan dengan kekerasan atau lainnya. Keluarga harus menjadi orangtua, sahabat dan teman bagi anak agar mereka merasa terlindungi,” tambahnya.

Abdul Hamid meminta agar masyarakat bisa lebih terbuka dan tidak tertutup. Jika ada masalah, tak ada salahnya untuk meminta pendapat dari orang lain. Dengan begitu, bias dicarikan solusi dan rumah tangga akan semakin harmonis. Selain itu, pendidikan moral sangat penting agar keluarga tetap harmonis. “Jika keluarga harmonis, maka anak-anak akan tumbuh dengan bahagia dan bis

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jawa Tengah, Sri Winarna mengatakan, melindungi anak menjadi sebuah keharusan. Bahkan, untuk bullying jangan sampai melanda anak-anak karena efeknya secara psikologis sangat besar.”Ayo bersama lindungi anak-anak kita dari segala bentuk kekerasan sekecil apapun,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai aksi kekerasan sekarang mengancam anak-anak di Jateng. Seperti aksi kekerasan seksual, kekerasan fisik, sampai aksi bullying yang kerap terjadi. Kekerasan fisik dan seksual misalnya justru pelakunya selalu orang terdekat.”Berarti kan ada masalah di lingkungan tersebut. Makanya harus ada upaya dan komitmen bersama,” tambahnya.

Dalam hal ini, keluarga berperan penting untuk melindungi dan mesejahterakan anak. Keluarga yang sering menjadi tempat ngobrol dan berdiskusi. Selain itu, penguatan agama harus dikuatkan agar bisa membentengi anak-anak kedepan. “Pencegahan harus dilakukan bersama dan tak bisa jalan sendiri. Karena jika semua bareng akan lebih mudah melindungi anak-anak dari segala macam kekerasan,” tambahnya. (adv/fth/bas)