Sadiman saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor Kejati Jateng, jalan Pahlawan, nomor 14, Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sadiman saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor Kejati Jateng, jalan Pahlawan, nomor 14, Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Prestasi yang cukup membanggakan patut disematkan kepada instansi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Maklum saja, dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2018, Kejati berhasil melakukan eksekusi Uang Pengganti (UP) kerugian negara dari sejumlah perkara tindak pidana ekonomi maupun korupsi sebesar Rp 7.141.885.140.

Hal itu dibeberkan Kepala Kejati Jateng, Sadiman dalam pertemuan dengan awak media di akhir perayaan ulang tahun Ikatan Adhyaksa Darma Karini ke-18 dan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-58, di kantor Kejati Jateng, jalan Pahlawan, nomor 14, Semarang, Senin (23/7).

”Eksekusi uang pengganti kerugian negaranya Rp 7 miliar lebih, sedangkan eksekusi dendanya Rp 1.068.283.000. Eksekusi kerugian negara ini mendasari putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap atau inckrach,” kata Sadiman didampingi sejumlah asistennya, termasuk Aspidsus Kejati, Heru Chairuddin.

Selain itu, lanjut Sadiman, pihaknya juga berhasil menyelamatkan keuangan negara Rp 2.040.318.643. Dikatakannya, penyelamatan keuangan negara itu terjadi terkait penyidikan sejumlah perkara yang sedang ditangani kejaksaan. Karena dalam prosesnya, saat itu ada pengembalian uang, yang belum sampai di proses persidangan.

Sedangkan terkait penuntutan tindak pidana korupsi, Sadiman menyebutkan, terdata ada 18 perkara dari penyidikan kejaksaan, sedangkan 32 perkaranya dari pihak kepolisian. ”Untuk penuntutan tindak pidana ekonomi dari penyidikan Bea Cukai ada 14 perkara. Dari penyidikan Kanwil Pajak satu perkara,” jelasnya.

Sebelum melakukan pertemuan dengan awak media, Sadiman memimpin upacara dalam rangka HBA. Dalam kesempatan itu, juga ada seremoni pemotongan tumpeng, sekaligus pembagian doorprise menarik seperti tiga motor, mesin cuci, dan kulkas. Sadiman juga mengaku, HBA tahun ini difokuskan kepada bhakti sosial, seperti nikah dan khitanan masal, serta bedah rumah di Pati.

Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Kejati Jateng Bambang Haryanto melalui Kasi Penkum Kejati Jateng, Sugeng Riyadi menambahkan, bahwa hingga saat ini sudah ada 32 instansi di Jawa Tengah yang telah melakukan kerjasama dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Jateng, dengan harapan untuk percepatan pembangunan di Jateng.

“Sudah ada tiga puluh dua instansi yang dengan nilai keseluruhan kegiatan sekitar Rp 6 triliun,” imbuhnya. (jks/mg18/bas)