Taksi Argometer Mulai Beroperasi di Bandara

236

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masyarakat Semarang dan pengguna jasa layanan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang bisa sedikit bergembira. Sebab, sejak Sabtu (21/7) kemarin, taksi berargometer telah dioperasikan di bandara ini. PT Angkasa Pura I dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah telah menambah angkutan lanjutan dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang berupa taksi argometer yakni Kosti, Atlas, dan New Atlas.

Pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Joko Setijowarno mengatakan, masyarakat tentu senang dengan masuknya taksi argometer ke bandara ini. Hanya saja, ia mempertanyakan, apakah sudah semuataksi yang beroperasi di bandara dijalankan dengan argo?  ”Ternyata tidak. Artinya yang Primkopad harus berargo juga,” ujarnya.

”Kemudian berapa komposisi armadanya. Belum ada kesepakatan kuota masing-masing taksi. Jenis kendaraannya apa juga belum,” imbuhnya.

Joko meminta agar Bandara Internasional Ahmad Yani menjadi contoh baik dalam pengelolaan taksi bandara. Jangan sampai, bandara yang digadang-gadang sebagai pintu gerbang pariwisata Jawa Tengah ini justru memberikan kesan yang buruk kepada para pengguna jasanya.

”Baru keluar saja sudah dipalak begitu kan tidak bener. Jangan sampai justru menjadi contoh buruk dalam pengelolaan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Joko juga masih menyayangkan bahwa hingga kini, masih ada kendaraan plat hitam yang dioperasikan untuk mengangkut penumpang di dalam bandara.  ”Masih operasi sampai sekarang, milik TNI. Orang saya masih sering menggunakan bandara dan ditawari itu,” ujarnya.

Dijelaskan bagian humas Dinas Perhubungan Jawa Tengah, saat ini angkutan umum yang dapat masuk dan mengambil penumpang dari dalam bandara adalah yang memiliki kesepakatan dengan pihak Angkasa Pura sebagai pengelola.

”Untuk angkutan online bisa diurus perizinannya dulu sesuai PM 108 tahun 2017 sehingga apabila dari aplikator sudah memiliki kerja sama dengan Angkasa Pura bisa mengambil penumpang dari bandara,” tulisnya dalam akun media sosial.

Termasuk taksi argo lainnya, yang belum memiliki kerja sama dengan pihak Angkasa Pura I, tetap tidak diperbolehkan mengambil penumpang dari dalam bandara. Namun demikian, direncanakan dalam 3 bulan ke depan akan diadakan penambahan armada taksi argo. Sehingga tidak menutup kemungkinan taksi dari perusahan lain, seperti BlueBird dan Express dapat mengambil penumpang dari dalam bandara. ”Tentu ketika sudah memiliki kerja sama dengan Angkasa Pura I,” lanjutnya. (sga/aro)

­