Oleh: Urip Pujiono SSi
Oleh: Urip Pujiono SSi

RADARSEMARANG.COM – HAMPIR segala sesuatu di dunia ini berkaitan dengan matematika. Namun tak dipungkiri bahwa sebagian besar pelajar di Indonesia menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit. Tidak jarang dari mereka sudah malas begitu mendengar pelajaran yang satu ini. Terlebih lagi jika sudah mendekati ulangan harian, ulangan tengah semester, ataupun ulangan akhir semester. Terbayang dalam pikiran mereka rumus-rumus yang sangat sulit dan njlimet. Oleh karena itu, tak heran jika lembaga-lembaga pendidikan banyak yang menawarkan solusi pembelajaran dengan menggunakan rumus cepat atau rumus praktis. Biasanya rumus cepat ini digunakan ketika menjelang diselenggarakannya tes SBMPTN dan sejenisnya. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah setiap permasalahan matematika harus atau bisa diselesaiakan dengan rumus cepat?

Bagi para penggemar matematika tentu beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang menyenangkan. Bahkan bagi mereka matematika bisa dijadikan sebagai hiburan. Terlebih lagi dengan adanya rumus cepat, permasalahan matematika jadi bisa lebih cepat diselesaikan. Namun tak jarang banyak pelajar yang keliru dalam menerapkan rumus cepat. Setiap bertemu soal dalam satu bab tertentu mereka beranggapan bisa diselesaikan dengan rumus cepat yang mereka dapat dari tentornya.  Padahal tidak semua soal dalam bab yang sama dapat diselesaikan dengan rumus cepat tersebut.

Sebagai contoh, dalam menyelesaiakan masalah Limit Fungsi kelas XI SMA/MA, di sana terdapat teorema L’Hopital. Dalam kalkulus, Teorema L’Hopital merupakan derivatif (turunan) untuk membantu dalam menentukan nilai limit yang melibatkan bentuk tak tentu. Penerapan (atau berulang penerapan) dalil ini akan mengubah bentuk tak tentu menjadi bentuk tertentu, sehingga nilai suatu limit mudah ditentukan. Aturan ini dinamai Guillaume de L’Hospital setelah abad ke-17 yang diterbitkan dalam bukunya Analyse des Infiniment Petits pour l’Intelligence des Lignes Courbes (1696), buku teks pertama kalkulus diferensial. Namun, diyakini bahwa dalil itu ditemukan oleh matematikawan Swiss Johann Bernoulli. Teorema ini bisa digunakan sebagai alternatif pilihan untuk menyelesaikan soal limit tertentu dengan cara memfaktorkan. Bagaimana jika soal limit tersebut mengandung bentuk akar? Tentunya tidak elok kalau kita menggunakan teorema L’Hopital karena justru akan menyulitkan peserta didik. Jika soal limit yang mengandung bentuk akar tentunya bisa diselesaikan dengan mengalikan bentuk sekawan.

Masih banyak rumus-rumus cepat yang sering kita jumpai dari permasalahan matematika. Mungkin sebagian besar dari para guru juga bingung dari mana rumus cepat itu didapatkan. Tentu tidaklah salah kalau rumus cepat itu diterapkan dalam menjawab soal yang berbentuk pilihan ganda (obyektif). Tapi ketika harus menjawab soal uraian (subyektif) maka haruslah peserta didik dipahamkan cara menggunakan rumus secara tepat dan runtut. Harus tahu dari mana rumus itu diperoleh dan digunakan untuk apa rumus tersebut.

Menjadi sebuah tantangan bagi para guru matematika untuk membuat peserta didik menyenangi matematika. Mengubah persepsi mereka bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit menjadi matematika yang menyenangkan. Tentu bukan persoalan yang mudah tetapi paling tidak berusaha sekuat tenaga agar matematika menjadi mata pelajaran yang disenangi peserta didik.

Dengan metode pembelajaran yang tepat, tentunya bukan mustahil suatu saat nanti matematika menjadi mata pelajaran yang paling digemari. Rumus-rumus cepat dalam matematika perlu diperkenalkan sebagai upaya menggemarkan matematika kepada peserta didik. Namun begitu para guru matematika juga harus menyampaikan bahwa tidak semua persoalan matematika bisa diselesaikan dengan rumus cepat. Matematika memerlukan penalaran tingkat tinggi sehingga perlu juga dikenalkan konsep rumus yang tepat dan runtut dalam pengerjaan masalah matematika. Akhirnya, marilah kita beri semangat kepada anak didik kita untuk menyenangi matematika baik itu dengan menggunakan rumus cepat maupun tidak. (kpig1/aro)

Guru Matematika MA Subhanah Subah Batang