Ratusan Kasir Diajak Tangkal Upal

440
TAMBAH ILMU - Salah satu peserta pelatihan uang, saat diajari cara mengecek uang asli oleh petugas dari BI KPw Tegal. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
TAMBAH ILMU - Salah satu peserta pelatihan uang, saat diajari cara mengecek uang asli oleh petugas dari BI KPw Tegal. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sebagai kepanjangan tangan dari Bank Indonesia, ratusan kasir dari bank perkreditan rakyat (BPR) dan lembaga keuangan nonbank seperti Pegadaian, BMT, koperasi, perusahaan jasa pengelola uang rupiah diajak menangkal peredaran uang palsu (upal).

“Kami mengajak para kasir dan Genbi, untuk lebih mengenali uang dan cara mencetaknya. Dengan cara itu, kami harap bisa mempersempit para oknum pencetak upal,” ujar Penyelia Per Kasan BI Perwakilan Tegal Bambang Anggoro, Sabtu (22/7/2018) di Hotel Dafam Pekalongan.

Dengan memberi bekal ilmu tentang uang yang cukup, diharapkan para peserta bisa menyosialisasikan kembali kepada nasabah, teman hingga keluarga.

Pada pelatihan kemarin BI KPw Tegal menerjunkan tim unit pengelola uang rupiah BI Tegal dan kasir-kasir BI. Untuk melatih kurang lebih 120 orang peserta.

Acara yang bekerja sama dengan kantor Pos Indonesia ini, juga menyediakan waktu dan kesempatan penukaran uang rusak. “Tujuan kami pada dasarnya, adalah sosialisasi ciri keaslian uang rupiah, dan cara memperlakukan uang rupiah kepala lembaga keuangan nonbank,” jelasnya lagi.

Juga ditegaskan, jika para kasir atau mahasiswa mengetahui adanya uang palsu, maka harus segera diserahkan ke BI dan kemudian membuat laporan ke kepolisian setempat.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga diajak mengenal dan memahami fungsi uang. Proses bagaimana uang dicetak, diedarkan hingga sampai di tangan masyarakat dan dibelanjakan sebagai alat tukar dalam transaksi sehari-hari. Serta ciri-ciri umum dan khusus yang melekat sebagai security feature pada mata uang rupiah.

Anggota Genbi Tegal Komisariat Genbi IAIN Pekalongan Galuh Diah Pratiwi yang turut menjadi peserta mengatakan, dengan ikut pelatihan ini, membuat dirinya lebih tahu bagaimana membedakan antara uang palsu dan uang asli.

“Intinya ada 3 cara bedakan uang palsu, dengan teknik 3D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Jika semua cara sesuai dengan aturan, maka dipastikan uang tersebut asli,” jelasnya.

Ditambahkan lagi, dirinya kini juga tahu bagaimana cara memperlakukan uang yang dimiliki dengan bijak. Dengan menjaga kualitas tetap baik. Selain itu, tahu bagaimana uang bisa dibuat, dan bagaimana di baliknya. (han/lis)