33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Ratusan Kasir Diajak Tangkal Upal

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sebagai kepanjangan tangan dari Bank Indonesia, ratusan kasir dari bank perkreditan rakyat (BPR) dan lembaga keuangan nonbank seperti Pegadaian, BMT, koperasi, perusahaan jasa pengelola uang rupiah diajak menangkal peredaran uang palsu (upal).

“Kami mengajak para kasir dan Genbi, untuk lebih mengenali uang dan cara mencetaknya. Dengan cara itu, kami harap bisa mempersempit para oknum pencetak upal,” ujar Penyelia Per Kasan BI Perwakilan Tegal Bambang Anggoro, Sabtu (22/7/2018) di Hotel Dafam Pekalongan.

Dengan memberi bekal ilmu tentang uang yang cukup, diharapkan para peserta bisa menyosialisasikan kembali kepada nasabah, teman hingga keluarga.

Pada pelatihan kemarin BI KPw Tegal menerjunkan tim unit pengelola uang rupiah BI Tegal dan kasir-kasir BI. Untuk melatih kurang lebih 120 orang peserta.

Acara yang bekerja sama dengan kantor Pos Indonesia ini, juga menyediakan waktu dan kesempatan penukaran uang rusak. “Tujuan kami pada dasarnya, adalah sosialisasi ciri keaslian uang rupiah, dan cara memperlakukan uang rupiah kepala lembaga keuangan nonbank,” jelasnya lagi.

Juga ditegaskan, jika para kasir atau mahasiswa mengetahui adanya uang palsu, maka harus segera diserahkan ke BI dan kemudian membuat laporan ke kepolisian setempat.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga diajak mengenal dan memahami fungsi uang. Proses bagaimana uang dicetak, diedarkan hingga sampai di tangan masyarakat dan dibelanjakan sebagai alat tukar dalam transaksi sehari-hari. Serta ciri-ciri umum dan khusus yang melekat sebagai security feature pada mata uang rupiah.

Anggota Genbi Tegal Komisariat Genbi IAIN Pekalongan Galuh Diah Pratiwi yang turut menjadi peserta mengatakan, dengan ikut pelatihan ini, membuat dirinya lebih tahu bagaimana membedakan antara uang palsu dan uang asli.

“Intinya ada 3 cara bedakan uang palsu, dengan teknik 3D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Jika semua cara sesuai dengan aturan, maka dipastikan uang tersebut asli,” jelasnya.

Ditambahkan lagi, dirinya kini juga tahu bagaimana cara memperlakukan uang yang dimiliki dengan bijak. Dengan menjaga kualitas tetap baik. Selain itu, tahu bagaimana uang bisa dibuat, dan bagaimana di baliknya. (han/lis)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kokohkan Diri di Tiga Besar

SEMARANG - Jawa Tengah masih berkutat di posisi 3 besar klasemen sementara gelara npekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV/2017. Hingga Selasa (19/9) petang, Jateng...

Daftar Tunggu Sampai 21 Tahun

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Daftar tunggu haji untuk masyarakat Kabupaten Semarang mencapai 21 tahun. Hal itu dikatakan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, Muhdi usai...

Tata Busana Di Dalam Menyambut Pendidikan Vokasi

RADARSEMARANG.COM - Busana  merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia.  Keberadaannya selalu berkembang seiring perkembangan peradapan manusia. Selama manusia memegang teguh peradaban dan...

Fokus Garap Pasar Korporasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Perkembangan teknologi menjadikan internet sebagai salah satu kebutuhan utama dalam pengembangan usaha. Hal ini ditangkap oleh GMedia selaku internet service provider (ISP) dengan meluncurkan sejumlah...

Ekskavator Disembunyikan, Operator Kabur

WONOSOBO - Tim gabungan Satreskrim Polres Wonosobo, Satpol PP Wonosobo, Satpol PP Jateng, Dinas Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng dan Dinas Lingkungan Hidup...

Foto Bareng Paslon, Guru Kena Tegur

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Hingga kini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Magelang telah menerima dan mencatat 80 pelanggaran dalam gelaran Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018....