Jaga Kesehatan, Bantu Pendidikan di Pesantren

392
CEK TENSI- Tajudin Shorih (tengah) saat memantau tim medis memeriksa tensi warga Kranji, Kedungwuni. (IST)
CEK TENSI- Tajudin Shorih (tengah) saat memantau tim medis memeriksa tensi warga Kranji, Kedungwuni. (IST)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Menjaga kesehatan diri dan lingkungan bagi santri pondok pesantren (ponpes) menjadi salah satu syarat keberlangsungan belajar mengajar. Hal ini, turut menjadi perhatian utama Pengasuh Ponpes Baitul Muqodas, Tajudin Shorih, saat mengawali kegiatan Pelayanan Medis Masyarakat Jatengyang digelar bersama Djarum Foundation dan YBIN, Sabtu (21/7).

Tajudin menyampaikan, menjaga kebersihan dan kesehatan, akan membuat santri tidak terganggu belajarnya. “Biasanya keluhan santri baru itu seperti sakit maag. Penyebab karena pola makannya kan berubah, antara di rumah dan di pondok. Tapi kalau sudah lama (di pondok), ya bisa ngatur sendiri kapan waktunya makan,” paparnya, usai acara pembukaan di halaman Ponpes Baitul Muqodas, Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Rangkaian CSR Bakti Sosial Djarum Foundation ini memeriksa sekitar 623 pendaftar. Baik dari kalangan ponpes, santri, serta masyarakat setempat. Dari penanganan 10 tenaga medis, dijumpai banyak keluhan darah tinggi dan encok.

Officer Djarum Foundation Pekalongan, M Ali Subhan, mengatakan, program ini bentuk kepedulian bagi warga untuk mengakses pelayanan kesehatan secara gratis dengan cepat dan dekat. “Program kami lainnya adalah Bakti Olahraga, Kami bekerjasama dengan PBSI daerah mengadakan kejuaraan bulutangkis. Juga audisi PB Djarum. Bapak ibu yang memiliki putra putri berbakat bulutangkis, tentunya bisa memanfaatkannya,” jelasnya.

Perwakilan YBIN, Sri Widiastuti memaparkan, kegiatan tersebut tidak hanya pemeriksaan bagi yang sakit saja, tetapi juga untuk mengontrol kondisi kesehatan. “Di sini warga dan santri mudah untuk periksa. Bagi yang sakit dan perlu penanganan lanjutan, kami beri rujukan ke puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya. (fiq/ton)