Oleh: M Ali  Hamsah  SH
Oleh: M Ali  Hamsah  SH

RADARSEMARANG.COM – KOMUNIKASI yang baik antara guru dan siswa sangat diperlukan agar proses pembelajaran bermakna dapat berlangsung efektif. Komunikasi berperan penting bagi guru dalam menjalankan tugasnya menyampaikan pesan atau informasi untuk mendidik siswa. Demikian halnya siswa sebagai subjek belajar tidak hanya sekedar menerima informasi dari guru, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Keterlibatan siswa secara aktif dalam berkomunikasi selama proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting. Keaktifan tersebut menekankan pada aspek dalam menyampaikan pikiran seperti mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan menanggapi pendapat.

Beberapa kondisi pembelajaran PKn berlangsung masih banyak siswa hanya memperhatikan materi yang disampaikan guru, ada yang sibuk dengan aktivitas pribadi, sedikitnya siswa yang aktif menjawab pertanyaan guru, apalagi  siswa berani mengajukan pertanyaan kepada guru bahkan hampir tidak ada. Suasana kelas yang demikian menyebabkan pembelajaran menjadi tidak kondusif karena proses komunikasi tidak berjalan dengan baik, rendahnya keaktifan berkomunikasi dalam pembelajaran, masalah tersebut menyebabkan kurangnya keaktifan berkomunikasi pada siswa karena penggunaan metode pembelajaran yang belum berpusat pada aktivitas siswa.

Perbaikan sistem pembelajaran PKn menggunakan metode Class-Wide Peer Tutoring (CWPT). CWPT merupakan salah satu metode dalam model pembelajaran kooperatif yang melibatkan dua orang siswa untuk saling mengajar. Metode ini mengharuskan siswa berperan sebagai tutor dan tutee secara bergantian selama sesi  tutoring. Adanya sesi  tutoring dapat meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri siswa, sehingga dapat merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan menanggapi pendapat selama proses pembelajaran. Keempat indikator tersebut merupakan indikator-indikator dalam keaktifan berkomunikasi yang dapat diperoleh siswa melalui penggunaan metode CWPT, oleh karena itu penggunaan metode pembelajaran CWPT selama proses pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa.

Penerapan pembelajaran dengan metode CWPT dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah, perama membagi seluruh siswa di kelas menjadi dua tim besar, memasangkan seluruh siswa dalam setiap tim menjadi pasangan tutor dan tutee. Kemudian tutor dan tutee melaksanakan kegiatan tutoring (kegiatan tutoring dapat dilakukan dengan dua sesi dimana siswa saling bertukar peran menjadi tutor dan tutee). Pada setiap akhir kegiatan tutoring dilakukan perhitungan poin yaitu; Jika tutee dapat menjawab pertanyaan dengan benar tanpa bantuan, maka mendapat poin 2. Jika tutee dapat menjawab pertanyaan dengan benar dengan bantuan, maka mendapat poin 1. Jika tutee tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar, maka tidak mendapat poin 0.

Pada langkah berikutnya guru melakukan pemantauan kegiatan tutoring yang dilakukan tutor dan tutee di dalam kelas, menghitung perolehan total poin masing-masing kelompok, menobatkan tim dengan perolehan poin terbanyak sebagai pemenang, Memberi penghargaan kepada tim pemenang, serta di akhir kegiatan dilakukan analisis dan evaluasi kegiatan pembelajaran.

Melalui metode CWPT ini dapat membantu siswa untuk mengembangkan dirinya dalam menyampaikan pikiran melalui bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat serta menanggapinya, sehingga keaktifan berkomunikasi dapat meningkat. Namun yang perlu dipersiapkan guru dalam memulai metode ini, hendaknya benar-benar mempelajari metode CWPT sebelum mempraktekannya, sehingga pada saat pelaksanaan tidak merasa bingung serta pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien. Pada saat pelaksanaan pembelajaran, guru hendaknya melakukan pemantauan secara menyeluruh, sehingga pelaksanaan sesi tutoring dapat berjalan tertib. (kpig2/aro)

Guru PKn MA NU 01 Limpung, Batang