Oleh: Ali Mas’ud SAg MPd
Oleh: Ali Mas’ud SAg MPd

RADARSEMARANG.COM – PENDIDIKAN Nasional sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang   bermartabat, Pendidikan  bertujuan untuk mengembangkan potensi terpendam peserta didik agar menjadi insan kamil yang beriman,  dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa, berakhlaq mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta bertanggung jawab.  Setelah pemerintah meluncurkan kurikulum 2006 KTSP, dirasa kurang aplikatif untuk penanaman karakter karena masih lebih mengutamakan penguasaan materi maka diluncurkanlah Kurikulum 2013.

Kita melihat dengan perubahan kurikulum tidak tidak serta merta penanaman dan penguatan karakter berjalan dengan mulus karena banyak faktor penghambat baik eksternal maupun internal semisal karena dampak negative internet, medsos, juga pergaulan dan lingkungan yang tidak sehat menjadikan seorang anak  terlibat narkoba, seks bebas, tawuran antar remaja bahkan antarpelajar,  kebut-kebutan, ikut ikutan geng motor, sopan santun yang tidak mencerminkan budaya timur dan lain sebagainya.

Pendidikan yang berbasis boarding school, peserta didik yang diasramakan  merupakan salah satu dari sekian banyak alternative yang patut untuk dipertimbangkan sebagai solusi untuk berhasilnya penguatan  karakter peserta didik, disamping dari segi efisien waktu dan tenaga, tanpa boarding mungkin harus terkendala jarak atau bahkan terjebak kemacetan di jalan maka dengan boarding hal itu tidak terjadi, waktu dan suasana yang selalu kondusif untuk belajar, dari segi pergaulan jelas dengan boarding akan meminimalisir bahkan menafikan pergaulan yang tidak baik, dengan boarding kehidupan peserta didik akan tertata dan selalu mempunyai uswatun hasanah teladan dan contoh dengan melihat para guru pembimbingnya. Boarding school ini tidak hanya berbentuk ma’had atau pesantren tapi juga bentuk asrama pelajar yang include dalam sebuah lembaga sekolah atau madrasah.

Dengan boarding school, maka kehidupan peserta didik akan lebih teratur dalam hampir semua lini kehidupannya dari belajar baik ilmu umum maupun ilmu agama tafaqquh fiddin, ibadah, istirahat bahkan makanpun terjadwal dengan rapi, disamping itu  peserta didik juga dibiasakan untuk hidup mandiri bahkan peserta didik bisa lebih mengoptimalkan kemampuan, mengasah bakat dan potensi yang ada pada dirinya melalui kegiatan kegiatan yang memang sudah dijadwal selama 24 jam  seperti latihan ceramah, pidato, latihan kepemimpinan dan life skill kecakapan hidup lainnya.

Dengan demikian penanaman dan penguatan karakter jelas lebih mudah dan mudah diinternalisasikan kedalam diri peserta didik. Bahkan melalui boarding school sikap dan sifat anti radikalisme, terorisme,   cinta tanah air, cinta NKRI juga bisa ditanamkan sehingga terbentuk pribadi yang kuat, agama yang kuat namun punya jiwa nasionalisme yang tinggi.

Pendidkan karakter yang merupakan tujuan utama munculnya kurikulum 2013 akan mudah diinternalisasikan ke peserta didik melalui boarding school mengingat teraturnya kegiatan didalam asrama, adanya qudwah atau panutan serta jauhnya dari pengaruh buru internet, medsos, dan pergaulan yang tidak baik.

Syaikh Al Ghulayani pernah menyampaikan bahwa Syubbanul yaum Rijalul Ghod,  para pemuda adalah pemimpin masa depan, jaya atau tidak, maju atau mundurnya bangsa ini adalah tergantung  ditangan para pemuda dengan nilai nilai karakter yang dimilikinya, maka pendidikan, penanaman dan penguatan karakter melalui model boarding school adalah alternatif terbaik demi terwujudnya generasi yang insan madani. (kpig2/aro)

Guru Akidah Akhlak di MTs Darussalam Subah Batang