SELEKSI DUWIS : Juri dari Dinporapar Kabupaten Pekalongan saat menyeleksi peserta pemilihan Duta Wisata 2018 Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
SELEKSI DUWIS : Juri dari Dinporapar Kabupaten Pekalongan saat menyeleksi peserta pemilihan Duta Wisata 2018 Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN—Sebanyak 41 peserta mengikuti seleksi pemilihan Duta Wisata 2018 Kabupaten Pekalongan di Gedung Pemuda Kajen, Sabtu (21/7). Sebenarnya ada 105 orang yang mendaftar, tapi hanya 41 orang yang datang mengikuti tes seleksi. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mampu menjaring 150 pendaftar.

Kasi Pengembangan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar), Kabupaten Pekalongan Purwo Susilo memperkirakan, turunnya jumlah peserta seleksi Duwis karena waktunya berdekatan dengan jadwal seleksi masuk perguruan tinggi. “Rata rata usia peserta yang mengikuti seleksi berkisar 17 hingga 24 tahun. Meski jumlah peserta agak menurun, kualitasnya sangat bagus,” ungkap Purwo.

Seleksi Duwis dilakukan dalam 2 tahap. Setelah mengikuti tes tertulis dan wawancara, Minggu (22/7), merekan menjalani tes bakat. Nantinya panitia akan memilih 10 pasang yang berhak menjalani karantina dan pembekalan materi. Puncak acara malam Grand Final Duta Wisata Kabupaten Pekalongan akan digelar 11 Agustus mendatang. “Kami akan menilai tidak hanya dari persyaratan umum saja, seperti tinggi dan berat badan. Kami juga menilai dari intelektual mereka tentunya,” kata Purwo.

Salah satu peserta, Novi Karmita Sari mengaku ikut dalam seleksi Duwis 2018 dengan bermodal nekat. Sebelumnya ia pernah mengikuti seleksi Duwis, tapi tidak berhasil lolos seleksi. “Untuk persiapan sendiri, saya sudah melakukan semaksimal mungkin. Saya tidak memikirkan bagaimana nantinya menjadi juara, yang penting saya berusaha dan mencari ilmu, karena juara itu bonus bagi saya,” jelas Novi. (thd/ton)