Bentengi Masjid dan Kampus dari Radikalisme

549
EMPAT PILAR : Anggota DPR/MPR RI Fraksi Nasdem KH Choirul Muna saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di aula Ponpes Nurul Ali Sempu Ngadirojo Secang Magelang, Sabtu (21/7). (Ahsan  fauzi/radar kedu)
EMPAT PILAR : Anggota DPR/MPR RI Fraksi Nasdem KH Choirul Muna saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di aula Ponpes Nurul Ali Sempu Ngadirojo Secang Magelang, Sabtu (21/7). (Ahsan  fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Gerakan terorisme dan radikalisme masih mengancam bangsa Indonesia.  Untuk itu, gerakan radikalis yang anti-Pancasila dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  harus dilawan.

“Kita harus mewaspadai pengaruh masuknya paham-paham radikal. Kita harus lebih hati-hati jangan mudah menerima informasi yang ujungnya menjauhkan Pancasila dan NKRI,” ucap anggota DPR/MPR RI Fraksi Nasdem KH. Choirul Muna saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada tokoh masyarakat, pelajar dan santri di aula Pondok Pesantren Nurul Ali Sempu Ngadirojo Secang Magelang, Sabtu (21/7).

Gus Muna, sapaaan akrabnya, mengaku tak lelah untuk mendengungkan materi empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan bhinneka tunggal ika kepada semua lapisan masyarakat.

Ia menuturkan, berdasarkan hasil polling yang dilakukan oleh Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) bahwa 11 juta warga Indonesia respons radikalis dan 60 mahasiswa respon radikalis.

“Selain ancaman di kampus, ancaman radikalis juga masuk ke masjid-masjid. Banyak masjid yang diurus oleh orang yang berpotensi berperilaku radikal. Oleh karena itu, kita harus bentengi diri, keluarga dan lingkungan jangan sampai disusupi paham radikal.  Masjid dan kampus harus terbebas dari paham radikal,” tukasnya. (san/lis)