Pemanfaatan Laboratorium Virtual untuk Pembelajaran Kimia

179
Oleh: Dra Sri Sutarti MSi
Oleh: Dra Sri Sutarti MSi

RADARSEMARANG.COM – Konsep kimia pada umumnya bersifat abstrak dan banyak menggunakan rumus dalam penerapannya. Untuk memahami konsep-konsep tersebut. perlu diberi hal-hal yang konkrit menggunakan model, media dan pendekatan-pendekatan tertentu sehingga siswa tertarik dan tidak bosan.

Terkait dengan kenyataan ini, pemanfaatan laboratorium virtual (maya) perlu diterapkan agar bisa mengganti fungsi dari laboratorium sesungguhnya yang belum tersedia. Dalam pembelajaran kimia yang menggunakan laboratorium virtual, siswa dapat melihat proses atau reaksi yng berlangsung pada percobaan kimia dengan visual alat yang dipakai. Cara ini membuat siswa lebih bersemangat dan meningkat kreativitasnya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar yang optimal.

Laboratorium kimia merupakan tempat melakukan eksperimen, pengujian ataupun pengukuran kimia secara terkendali. Ingin sekali guru menggunakan laboratorium ini. Tetapi pada kenyataannya tidak semua sekolah memilki laboratorium dengan alat dan bahan yang memadai. Ada sekolah yang tidak memilki tempat untuk eksperimen. Ada juga sekolah yang tersedia bahan-bahan kimianya tetapi alat tidak ada atau alat- alat lengkap sedangkan bahan tidak ada. Guru mulai berpikir mengganti laboratorium ini dengan laboratorium virtual agar pembelajaran lebih bermakna.

Pemanfaatan laboratorium virtual sudah mulai tersebar dan dapat digunakan pada pembelajaran atau eksperimen jarak jauh. Laboratorium virtual secara bahasa diartikan sebagai tempat atau kamar yang tidak nyata dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan atau penyelidikan secara tidak langsung.

Laboratorium virtual berupa software komputer yang memiliki kemampuan untuk melakukan modeling peralatan komputer secara matematis yang disajikan melalui sebuah simulasi. Laboratorium virtual memanfaatkan bahasa-bahasa pemrograman seperti Delphi. Java, dan sebagainya. Sedangkan software-software yang siap digunakan seperti Macromedia Flash, Java Aplet, dan Easy Java Simulation (EJS). Makromedia flash versi 4.0 , 5.0 dan macromedia flash MX 2004 yang memilki kemampuan tambahan menjalankan audio dalam bentuk film mp 3, maupun video dalam bentuk mpg.

Beberapa materi kimia yang memanfaatkan laboratorium virtual dalam pembelajarannya, antara lain larutan, laju reaksi, kesetimbangan kimia, makromolekul, koloid, dan kimia analisa. Pada materi larutan siswa mengamati proses pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu bisa diamati caranya dengan memanfaatkan laboratorium virtual. Demikian juga materi laju reaksi, mulai dari terori tumbukan, energi aktivasi, faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, ekperimennya bisa dilihat dengan software Makromedia flash. Dalam materi kesetimbangan kimia, terlihat bagaimana proses kesetimbangan kimia berlangsung serta faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan, percobaannya bisa diamati melalui pemanfaatan media ini.

Meskipun pembelajaran kimia dengan menggunakan media laboratorium virtual dapat menggantikan fungsi laboratorium yang sesungguhnya, namun perannya belum seefektif pembelajaran yang menggunakan laboratorium real. Efektivitas laboratorium virtual masih terbatas peningkatan kognitif siswa, dengan mempermudah pemahaman siswa mealui visualisasi konsep dengan gambar atau animasi yang realistik. Keterbatasan lain dari media ini adalah masih belum dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan afektif dan psikomotor siswa, antara lain pengembangan sikap, kerjasama tim, keterampilan dan skill laboratorium. Keterbatasan ini dapat ditanggulangi dengan mengembangkan fasilitas lain untuk melakukan eksperimen, simulasi menggunakan aplikasi komputasi yang digunakan sebagai media kamunikasi bagi penggunanya. (tj3/2)

Guru SMK Negeri 7 Semarang