Ciptakan Tas Berkualitas di Tengah Kesibukan Mengajar

Siti Munawaroh, Guru SMP Negeri 3 Brangsong Kendal yang Tekuni Bisnis Tas Handmade

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

RADARSEMARANG.COM – Kesibukan sebagai guru di SMP Negeri 3 Brangsong, Kendal, tak menghalangi Siti Munawaroh, 49, untuk terus berkarya.  Ia memproduksi tas handmade dengan kualitas tinggi. Seperti apa?

LUTFIA KHOIRUNNISA

Puluhan tas berbagai model terpampang di ruang 2×3 meter persegi di sudut rumah Siti Munawaroh, yang beralamat di Kalibuntu Wetan, Kecamatan Kendal. Sudah sekitar 400 tas handmade dihasilkan guru pengampu mata pelajaran prakarya ini.

Keterampilan Siti-sapaan akrabnya- dalam membuat tas berawal dari mata pelajaran yang ia ampu. Saat itu ibu tiga anak ini mengikuti kursus singkat demi mendapat ilmu menjahit untuk diajarkan kepada anak didiknya.

Wanita kelahiran Kendal, 5 Juli 1969 ini, mulai mengikuti kursus menjahit pada pertengahan bulan Oktober 2015 hingga Febuari 2016. Dalam 5 bulan kursus itu hanya di ambil 1 bulan sekali, dan dalam sekali kursus peserta diminta menciptakan produk, brand dan minta untuk memasarkannya. “Pertama buat itu saya pakai kain perca yang saya beli di Pasar Johar, sementara untuk nama brand saya sengaja pakai nama saya yang sudah di kenal warga yakni De Siti. Jadi saya pakai saja D’Sitie untuk brand tas saya,” ceritanya.

Di pertengahan 2016, Siti akhirnya memberanikan diri menerima pesanan. Konsumen pertama adalah teman-teman kerjanya. Mereka pertama kali melihat karya Siti dari akun Facebooknya yang kebetulan merepost hasil karya tas yang ia buat saat kursus. Bersumber dari mulut ke mulut akhirnya Siti pun menerima banyak pesanan dari berbagai kalangan.

Untuk produk tasnya sendiri, Siti sengaja memilih bahan-bahan terbaik, mulai dari kain yang ia ambil langsung dari negara Jepang, Korea, China hingga Vietnam. Sementara untuk bahan-bahan pelengkap seperti besi pengait tas, handel tas, bahan untuk nama brand, dan handle tas, ia memebeli langsung di Semarang. Istri Abdullah ini hanya ingin memberikan yang terbaik untuk para konsumennya. Dalam membuat satu tas Siti harus mengeluarkan biaya  Rp 100 hingga 500 ribu.

”Saya lebih menonjolkan produk di kualitas bahanya. Karena menurut saya kualitas itu nomer satu untuk sebuah produk. Apalagi untuk produk tas yang jangka pemakaianya lama,” terangnya.

Dengan bahan yang dijamin kualitasnya, menjadikan produk tas pun akan bertahan lama. Selama 2 tahun berjalan, Siti sudah menghasilkan  400  tas. Banyak konsumen yang merasa puas atas produk buatannya.

“Saya sudah hampir 2 tahun memakai prodak D’Sitie. Saya cukup puas. Hasilnya bagus, jahitannya rapi, bahannya benar-benar berkualitas, dan tentunya perawatannya mudah. Saya sudah memiliki 4 buah tas koleksi D’sitie ini,” ucap Ifa salah satu konsumen.

Untuk model tas sendiri Siti melihat referensinya dari google dan beberapa konsumen dapat memesan dengan model yang mereka inginkan. Setiap tas menggunakan bahan yang berbeda jadi tidak khawatir akan memakai tas yang sama dengan orang lain.

Siti yang setiap harinya sibuk dengan urusan sekolah harus pandai-pandai mengatur waktu antara sekolah dengan usaha yang sedang ia geluti. “Biasanya saya mengerjakan pesanan ini pas sore hari sepulang dari sekolah, sekitar jam 5 sampai maghrib. Kemudian saya lanjutkan setelah Isya’ hingga jam 10 malam. Kudu pinter-pinter bagi waktu, apalagi kalau pesanan lagi banyak. Tapi Alhamdulillah sampai sekarang pekerjan tidak bermasalah dan pesanan juga tetap lancar,” ucapnya.

Selama 2 tahun ini prodak D’Sitie Bags  sudah mengikuti beberapa kali pameran. Mulai pameran di Taman Mini Indonesia Indah pada 2017, Jepara ekspo, dan yang terakhir Jateng ekspo. Brand D’Sitie Bags juga sudah terdaftar di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 2018 awal lalu untuk mematenkan produknya.

Siti berharap produknya bisa berkembang pesat dan mampu memberdayakan orang-orang di sekitarnya yang kekurangan. “Setiap kita punya keinginan haruslah didasari dengan sepenuh hati, karena setiap niat kuat pasti ada jalan. Mumpung masih muda manfaatkan waktu sebaik mungkin,” ucapnya memotiivasi. (*/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -