33 C
Semarang
Jumat, 17 Juli 2020

Ciptakan Tas Berkualitas di Tengah Kesibukan Mengajar

Siti Munawaroh, Guru SMP Negeri 3 Brangsong Kendal yang Tekuni Bisnis Tas Handmade

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Kesibukan sebagai guru di SMP Negeri 3 Brangsong, Kendal, tak menghalangi Siti Munawaroh, 49, untuk terus berkarya.  Ia memproduksi tas handmade dengan kualitas tinggi. Seperti apa?

LUTFIA KHOIRUNNISA

Puluhan tas berbagai model terpampang di ruang 2×3 meter persegi di sudut rumah Siti Munawaroh, yang beralamat di Kalibuntu Wetan, Kecamatan Kendal. Sudah sekitar 400 tas handmade dihasilkan guru pengampu mata pelajaran prakarya ini.

Keterampilan Siti-sapaan akrabnya- dalam membuat tas berawal dari mata pelajaran yang ia ampu. Saat itu ibu tiga anak ini mengikuti kursus singkat demi mendapat ilmu menjahit untuk diajarkan kepada anak didiknya.

Wanita kelahiran Kendal, 5 Juli 1969 ini, mulai mengikuti kursus menjahit pada pertengahan bulan Oktober 2015 hingga Febuari 2016. Dalam 5 bulan kursus itu hanya di ambil 1 bulan sekali, dan dalam sekali kursus peserta diminta menciptakan produk, brand dan minta untuk memasarkannya. “Pertama buat itu saya pakai kain perca yang saya beli di Pasar Johar, sementara untuk nama brand saya sengaja pakai nama saya yang sudah di kenal warga yakni De Siti. Jadi saya pakai saja D’Sitie untuk brand tas saya,” ceritanya.

Di pertengahan 2016, Siti akhirnya memberanikan diri menerima pesanan. Konsumen pertama adalah teman-teman kerjanya. Mereka pertama kali melihat karya Siti dari akun Facebooknya yang kebetulan merepost hasil karya tas yang ia buat saat kursus. Bersumber dari mulut ke mulut akhirnya Siti pun menerima banyak pesanan dari berbagai kalangan.

Untuk produk tasnya sendiri, Siti sengaja memilih bahan-bahan terbaik, mulai dari kain yang ia ambil langsung dari negara Jepang, Korea, China hingga Vietnam. Sementara untuk bahan-bahan pelengkap seperti besi pengait tas, handel tas, bahan untuk nama brand, dan handle tas, ia memebeli langsung di Semarang. Istri Abdullah ini hanya ingin memberikan yang terbaik untuk para konsumennya. Dalam membuat satu tas Siti harus mengeluarkan biaya  Rp 100 hingga 500 ribu.

”Saya lebih menonjolkan produk di kualitas bahanya. Karena menurut saya kualitas itu nomer satu untuk sebuah produk. Apalagi untuk produk tas yang jangka pemakaianya lama,” terangnya.

Dengan bahan yang dijamin kualitasnya, menjadikan produk tas pun akan bertahan lama. Selama 2 tahun berjalan, Siti sudah menghasilkan  400  tas. Banyak konsumen yang merasa puas atas produk buatannya.

“Saya sudah hampir 2 tahun memakai prodak D’Sitie. Saya cukup puas. Hasilnya bagus, jahitannya rapi, bahannya benar-benar berkualitas, dan tentunya perawatannya mudah. Saya sudah memiliki 4 buah tas koleksi D’sitie ini,” ucap Ifa salah satu konsumen.

Untuk model tas sendiri Siti melihat referensinya dari google dan beberapa konsumen dapat memesan dengan model yang mereka inginkan. Setiap tas menggunakan bahan yang berbeda jadi tidak khawatir akan memakai tas yang sama dengan orang lain.

Siti yang setiap harinya sibuk dengan urusan sekolah harus pandai-pandai mengatur waktu antara sekolah dengan usaha yang sedang ia geluti. “Biasanya saya mengerjakan pesanan ini pas sore hari sepulang dari sekolah, sekitar jam 5 sampai maghrib. Kemudian saya lanjutkan setelah Isya’ hingga jam 10 malam. Kudu pinter-pinter bagi waktu, apalagi kalau pesanan lagi banyak. Tapi Alhamdulillah sampai sekarang pekerjan tidak bermasalah dan pesanan juga tetap lancar,” ucapnya.

Selama 2 tahun ini prodak D’Sitie Bags  sudah mengikuti beberapa kali pameran. Mulai pameran di Taman Mini Indonesia Indah pada 2017, Jepara ekspo, dan yang terakhir Jateng ekspo. Brand D’Sitie Bags juga sudah terdaftar di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 2018 awal lalu untuk mematenkan produknya.

Siti berharap produknya bisa berkembang pesat dan mampu memberdayakan orang-orang di sekitarnya yang kekurangan. “Setiap kita punya keinginan haruslah didasari dengan sepenuh hati, karena setiap niat kuat pasti ada jalan. Mumpung masih muda manfaatkan waktu sebaik mungkin,” ucapnya memotiivasi. (*/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lagi Tren, Kerudung Ready to Wear

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pakaian muslim dengan kerudung ready to wear kini sedang ngetren. Hal itu mendorong Al-Fath mengusung tema dialy romantic dan romantic garden menyasar kalangan...

Pakaian Adat Jawi Jangkep Warnai Upacara Hari Jadi

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ada yang berbeda dengan upacara Hari Jadi Kabupaten Demak ke-515 di Alun-Alun Kota Demak, kemarin. Para pejabat mulai Bupati HM Natsir,...

Generasi Millennial Harus Melek Politik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Generasi millennial adalah generasi yang kelak akan memimpin, baik di level daerah maupun negara, karena itu penting bagi millennial untuk melek...

Berharap Pemkab Bantu Patenkan Batik Siwal

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Produk batik Desa Siwal begitu tersohor. Bahkan hasilnya pernah dipesan pihak istana Kepresidenan dan diekspor ke luar negeri. Kades Siwal, Parnu mengungkapkan...

Siapkan Pembiayaan Studi Mahasiswa

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO - Bank Jateng Syariah menyerahkan 1 unit mobil Toyota Kijang Innova kepada Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) di Rektorat Kampus UMP, Senin (26/3)....

Wabup Sidak Sekolah Terindikasi Narkoba

KAJEN–Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Arini Harimurti selaku Ketua Tim Koordinasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Pekalongan, melakukan sidak (inspeksi mendadak)...