Calon Jamaah Haji Merasa di PHP

291

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Calon jamaah haji asal Semarang merasa diberi harapan palsu (PHP) karena setelah menunggu bertahun-tahun, tidak diperbolehkan berangkat ke Tanah Suci. Setelah melunasi administrasi, Kahono dinyatakan tidak dapat berangkat karena dari hasil pemeriksaan, ginjalnya tidak berfungsi maksimal.

Seharusnya, ia berangkat haji 5 Agustus nanti. Kursi sudah ada dan nama sudah tercatum. Hanya saja, ia terganjal kondisi kesehatan.

”Dari awal kita memang tidak ada niatan untuk menutup-nutupi. Kami katakan apa adanya, dan kami sudah bisa sampai pelunasan administrasi,” jelas Sri Rahayu, istri Kahono yang ingin tetap berangkat bersama sang suami.

Sejak 2011, sudah mendaftarkan diri. Di KBIH As-Shodiqiyyah, pihaknya terus didorong untuk bisa menunaikan ibadah haji bersama di tahun ini. Kyai KBIH ini juga menyatakan bahwa tidak ada persoalan dengan kesehatan Kahono untuk berangkat haji, karena memang secara fisik mampu.

”Kami sudah dapat surat Istithoah. Dan kami disuruh segera melunasi administrasi,” jelas Sri yang membawa suaminya ke Puskesmas Tambak Aji.

Namun, setelah menyelesaikan administrasi dirinya diminta untuk  kembali memeriksakan kesehatan di RSUD Kota Semarang. Di sini lah awal mula kekecewaan muncul. Pihak rumah sakit memvonis Kahono tidak dapat berangkat ke Tanah Suci.  ”Dari situ sudah di cut, nggak boleh sama sekali. Padahal katanya sebelumnya tidak ada aturan seperti itu. Dari KBIH juga memperbolehkan. Kalau tidak  boleh kenapa tidak dari awal,” protesnya.

Pihaknya mengatakan, tidak menuntut kerugian secara materiil. Namun kerugian immateriil yang dialaminya. Sebab, ia dan suami telah menunggu lama dan dinyatakan tidak dapat berangkat begitu saja mendekati hari pemberangkatan.

Saat dikonfirmasi, Kyai Shodiq Hamzah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) As-Shodiqiyyah Kota Semarang mengatakan, Kahono memang telah diberi surat Istitoah dari puskesmas. Hanya saja, saat cek ke RSUD, divonis tidak dapat berangkat karena harus cuci darah.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Semarang, Sumari menjelaskan, seluruh informasi sudah diberkan kepada calon jamaah haji jauh-jauh hari. Termasuk mengenai istitoah kesehatan. Ia juga mengatakan bahwa syarat calon jamaah haji bisa melunasi administrasi adalah mereka telah mendapatkan istitoah kesehatan itu. ”Kalau tidak ya tidak bisa melunasi. Sistem kita sudah tersambung dengan kesehatan untuk itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Informasi dan Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Tengah Afief Mundzir menjelaskan, pemerintah mengeluarkan kebijakan calon camaah haji dipastikan tidak akan diberangkatkan ketika sedang menjalani proses hemodialisa (cuci darah). Sebab, sarana dan prasarana untuk melakukan cuci darah tidak memungkinkan dilakukan di Arab Saudi saat menjalankan ibadah haji.

”Karena harus rutin dalam sepekan. Kalau dipaksakan malah repot. Maka kebijakan pemerintah dianggap tidak istitoah,” sambungnya.

Ia menambahkan, kalau memang ada calon jamaah yang menjalani hemodialisa tetap dinyatakan istitoah oleh kabupaten/kota, maka sebenarnya ada proses yang tidak benar. Nantinya, pada pemeriksaan akhir di embarkasi hal ini akan diketahui dan dipastikan tidak akan berangkat. (sga/zal)