Atasi Backlog, Siapkan Rusunawa

876

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah mencatat kebutuhan akan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mencapai di atas 750 ribu. Pendirian rumah susun sewa dan rumah khusus menjadi salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Kasi Perumahan Umum Disperakim Jateng, Suprapta mengatakan, di Jawa Tengah masih banyak kepala keluarga dengan penghasilan kurang dari Rp 1 juta per bulan. Dengan jumlah penghasilan tersebut, para pekerja yang rata-rata informal ini sulit mendapatkan kredit perumahan yang diakomodir oleh perbankan. “Oleh karena itu, kami rencanakan membangun rusunawa dan rumah khusus,” ujarnya, Jumat (20/7).

Sejauh ini, ada dua lokasi yang direncanakan akan dibangun. Yaitu Muktiharjo Lor untuk rusunawa di Semarang, serta sebuah kawasan di Jepara untuk membangun rumah khusus bagi nelayan, buruh maupun MBR lainnya. “Sementara baru Semarang dan Jepara, karena lahan yang digunakan juga harus aset pemerintah provinsi,”ujarnya.

Sedangkan untuk kapasitas, satu blok rusunawa dengan lima lantai bisa digunakan untuk 70 keluarga. Rencananya, akan dibangun hingga 10 blok. Sehingga bisa menampung setidaknya 700 keluarga MBR yang butuh hunian layak.

Upaya ini dirasa bisa menjadi solusi yang cukup baik, mengingat rumah tapak sudah tidak memungkinkan akibat harga tanah yang sudah melambung. Selain itu, rusunawa dan rusus juga dinilai dapat mengurangi kekumuhan. “Bangunan yang per blok dianggarkan Rp 20 miliar ini, diharapkan bisa terealisasi pada 2020 mendatang, karena kami juga harus mematangkan lahan terlebih dahulu,” ujarnya. (dna/ton)