Ajak Umat Buddha Jaga Toleransi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Sebanyak 820 umat Buddha se-Indonesia dan perwakilan biksu dari berbagai negara tetangga menggelar kegiatan Indonesia Tripitaka Chanting (ITC). Kegiatan yang berlangsung selama 20-22 Juli 2018 tersebut terpusat di pelataran Candi Borobudur Magelang.

Ketua Panitia ITC 2018, Bhikku Gutadhammo menuturkan, biksu mancanegara antara lain datang dari Srilanka, Thailand, Malaysia, Laos, dan Kamboja. “Selain intern umat Buddha, kita juga menghadirkan tokoh dan pemuka lintas agama,” ucapnya usai upacara pembukaan, Jumat (20/7).

Gutadhammo membeber, tokoh agama yang diundang diantaranya dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Yogyakarta, Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) Yogyakarta, Pemuka Agama Hindu, Kristen, Katolik dan organisasi Islam yang diwakili GP Ansor Magelang. “Dengan adanya pembacaan dan kajian Tripitaka ini, umat Buddha mampu memahami ajaran Buddha untuk diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Dijelaskan lebih lanjut, Tipitaka merupakan kitab suci umat Buddha yang di dalamnya berisi tuntunan untuk berucap baik, bertindak baik dan berpikir baik. Jika umat Buddha bisa menjalankan pesan kitab suci tersebut dengan baik tentu ada  ketentraman dan kedamaian dalam jiwa. “Kita mengajak umat Buddha menjaga toleransi intern dan ekstern umat beragama. Saya berharap, dari momen ini, persatuan dan kesatuan bangsa semakin kokoh,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Urusan Pendidikan Buddha Kementerian Agama RI Supriyadi berharap, ITC mampu membumikan darma yang mulia sehingga lebih dipahami dan dilaksanakan masyarakat. “Selama manusia tidak berpikiran serakah maka kehidupannya nyaman. Orang egois akan banyak keliru, tidak bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, bahkan memiliki barang eksklusif dan tidak toleran,” katanya. (san/ton)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -