PORSENAP : Pekan olahraga dan seni antar warga binaan pemasyarakatan telah dibuka, Jumat (20/7). Kegiatan tersebut untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke 73. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PORSENAP : Pekan olahraga dan seni antar warga binaan pemasyarakatan telah dibuka, Jumat (20/7). Kegiatan tersebut untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke 73. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 250 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang, berkompetisi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni ‎Antar Warga Binaan Permasyarakatan (Porsenap), sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73.

Acara pembukaan perlombaan tersebut, secara resmi dibuka oleh Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi, dengan ditandai pemukulan gong serta penerbangan 100 balon udara, diadakan di lapangan serbaguna Lapas Semarang, Jumat (20/7).

“Kegiatan itu bertujuan untuk mempererat solidaritas, jiwa sportivitas dan kebersamaan antar WBP dan petugas lapas, yang diikuti 250 peserta,” kata Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi di sela membuka acara, Jumat (20/7). Pembukaan Porsenap ditandai pemukulan gong serta penerbangan 100 balon udara.

Ia menyampaikan, sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan diantaranya ada futsal, voli, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, lomba karaoke, yang dimeriahkan pagelaran perkusi selama sebulan pelaksanaan. Acara tersebut juga sekaligus memecahkan rekor MURI berupa senam poco-poco serentak.

Kepala Bidang Pembinaan Lapas Semarang, Kasrizal menambahkan, bahwa Lapas tidak semata mata menghukum dengan pendekatan keamanan, melainkan juga merupakan institusi untuk membina agar penghuninya menyadari akan kesalahannya sehingga tidak mengulangi lagi ketika bebas nantinya.

“Pembinaan yang dilakukan salah satunya dengan bersinergi bersama lingkungan sekitarnya, harapannya para WBP mendapat bekal untuk kembali hidup di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya. (jks/zal)