17 Dewan Titip Absen, Paripurna Tetap Kuorum

1182
KOSONG: Penandatanganan Kesepakatan Bersama dalam Rapat Paripurna nampak kursi Pimpinan Dewan Kosong. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOSONG: Penandatanganan Kesepakatan Bersama dalam Rapat Paripurna nampak kursi Pimpinan Dewan Kosong. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Jelang akhir  masa jabatan pada 2019 nanti, para anggota DPRD Kendal justru malah malas-malasan kerja untuk kepentingan rakyat.

Hal itu terbukti dalam gelaran Rapat Paripurna yang digelar di Gedung Paripurna DPRD setempat, Jumat (20/7) kemarin.  Rapat tersebut membahas Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kendal 2017.

Rapat juga membahas tentang Penyampaian Kebajiakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2019. Dalam rapat yang agenda untuk membahas masa depan Kendal 2019 itu hanya dihadiri 13 anggota dewan saja.

Secara kuorum, jumlah tersebut jelas tidak memenuhi syarat untuk rapat paripurna dilaksanakan. Sebab syarat minimal rapat dianggap memenuhi kuorum jika kehadiran dewan lebih dari 50 persen plus satu. Jadi jika seluruh DPRD kendal ada 45, maka minimal kehadiran adalah 23 orang.

Tapi pantauan koran ini, rapat paripurna tetap digelar. Hal itu dilakukan lantaran pimpinan dewan mengacu pada absensi kehadiran. Dimana dalam kertas absen, jumlah kehadiran ada sebanyak 30 orang. Tapi yang berada di ruang  rapat hanya 13 anggota.

Jadi setidaknya ada 17 orang Dewan yang diduga hanya titip absen atau membolos dari rapat paripurna. Selain itu ada 15 anggota dewan yang tidak absen alias mangkir tanpa keterangan.  Tidak hanya anggota saja, tapi jajaran pimpinan dewan juga ada yang tidak hadir. Seperti Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono, Wakil Ketua DPRD Kendal Sakdullah. Karena keduanya tidak hadir, rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD lainnya, Muhammad Makmun dan Mastur Samlawi.

Usai Rapat Paripurna Mastur Samlawi mengatakan dirinya tidak mengetahui kalau absensi penuh namun saat rapat kursi banyak yang kosong. “Saya sendiri datang terlambat beberapa menit sebelum acara dimulai,” katanya.

Ia mengaku saat datang, ia disodori absen oleh petugas sekretariat dewan. Saat itu ia lihat memang jumlah kehadiran ada 30 anggota dewan yang mengisi daftar hadir. “Karena kuorum maka kami mulai rapat peripurnanya. Ternyata saat rapat, yang hadir ruang kursi dewan banyak yang kosong,” ujar Mastur.

Salah satu anggota dewan berinisial M mengaku heran karena pagi banyak yang hadir, begitu akan mulai banyak justru para legislatif itu pulang alias membolos. “Anggota yang hadir dan yang bolos sama saja tidak ada bedanya jatahnya tetap sama,” tulisnya dalam status pesan WhatsApp.

Sementara Wakil Bupati Masrur Masykur saat dimintai komentar, mengaku dirinya tidak berhak untuk menilai anggota dewan. Namun ia melihat memang banyak anggota dewan yang hanya mengisi daftar hadir saja. “Kayaknya mereka tadi datang mengisi daftar hadir, langsung pulang,” Masrur. (bud/bas)