100 Siswa Ma’had Akan Divaksin Difteri

299

RADARSEMARANG.COM – DINAS Kesehatan Kota Semarang dijadwalkan akan memberikan vaksin difteri kepada 100 siswa Ma’had Ta’zhiimus Sunnah di Kelurahan Genuksari, Sabtu (21/7) hari ini. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan penyakit difteri di lingkungan sekolah tersebut.  Sebab, sebelumnya, seorang siswa Ma’had Ta’zhiimus, Bunyamin, 12, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (19/7) akibat penyakit difteri yang dideritanya.

Bunyamin diduga mengidap penyakit sejak 1 minggu belakangan. Ia sempat diperiksakan ke dokter Puskesmas Genuk dan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. Namun karena keterbatasan alat, Bunyamin dirujuk, dan dirawat intensif di RSUP dr Kariadi Semarang sejak Senin (16/7) lalu.

Seorang tetangga Bunyamin, Sutini, mengatakan Bunyamin mengalami gejala penyakit tersebut sejak beberapa hari setelah Lebaran, namun baru akhir-akhir ini ada banyak dokter yang datang ke rumahnya. “Lalu dirinya mulai dirawat di RSUP dr Kariadi sejak Senin,” kata warga Genuksari RT 11 RW 3 Genuk, Semarang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sutini menambahkan, sejak Bunyamin dirawat di rumah sakit, semua keluarganya ikut menemaninya di sana. Sehingga suasana rumahnya sepi. Hanya sesekali ayah Bunyamin, Muhammad Chozin, datang ke rumah. Sutini menduga, beberapa anggota keluarganya juga tertular penyakit tersebut, sehingga mereka juga harus dirawat di rumah sakit.

Pihak Ma’had Ta’zhiimus Sunnah tempat Bunyamin menimba ilmu  ikut berkomentar mengenai kasus ini.  “Saya yakin penyakit tersebut datang dari luar lingkungan sekolah kami, karena tidak ada satupun siswa kami selain Bunyamin yang terjangkit penyakit tersebut, bahkan teman sebangku Bunyamin juga tidak tertular,” ucap Kepala Sekolah Ma’had Ta’zhiimus Sunnah, Abu Yahya, Jumat (20/7).

Abu Yahya menyampaikan, pihaknya awalnya tidak mengetahui jika salah seorang siswanya menderita penyakit difteri. baru sekitar 2 minggu lalu, orangtua Bunyamin datang ke sekolah untuk memberitahu anaknya sakit dan tidak bisa masuk sekolah. “Lalu seminggu kemudian kami mendapatkan kabar kalau Bunyamin sudah dirawat di RSUP dr Kariadi,” akunya.

Kerahkan Babin

Sementara itu, aparat kepolisian Polsek Genuk membantu mengawal Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam upaya pencegahan virus difteri di wilayah hukumnya. Hal ini mengingat adanya dua orang meninggal akibat terserang penyakit difteri di Bangetayu Wetan dan Genuksari.

“Kalau kami kan hanya mendampingi dari Dinas Kesehatan untuk melaksanakan imunisasi karena ada beberapa warga yang tidak mau. Sehingga kami mengutus para Babin untuk supaya masyarakat mau imunisasi sebagai bentuk pencegahan difteri,” ungkap Kapolsek Genuk Kompol Zainul Arifin, Jumat (20/7).

Zainul menjelaskan, setidaknya di wiliayah hukum Polsek Genuk terdapat satu anggota keluarga yang terkena wabah penyakit tersebut. Bahkan sudah ada yang meninggal dunia. “Ada lima anak dalam satu keluarga sudah masuk rumah sakit. Di Bangetayu Wetan juga sudah 2 yang kena. Kalau yang meninggal dua orang akibat difteri,” bebernya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menjaga diri maupun lingkungan. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak keberatan manakala Pemkot Semarang melalui Dinas Kesehatan melakukan imunisasi. (cr2/mha/aro)