33 C
Semarang
Jumat, 25 September 2020

100 Siswa Ma’had Akan Divaksin Difteri

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – DINAS Kesehatan Kota Semarang dijadwalkan akan memberikan vaksin difteri kepada 100 siswa Ma’had Ta’zhiimus Sunnah di Kelurahan Genuksari, Sabtu (21/7) hari ini. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan penyakit difteri di lingkungan sekolah tersebut.  Sebab, sebelumnya, seorang siswa Ma’had Ta’zhiimus, Bunyamin, 12, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (19/7) akibat penyakit difteri yang dideritanya.

Bunyamin diduga mengidap penyakit sejak 1 minggu belakangan. Ia sempat diperiksakan ke dokter Puskesmas Genuk dan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. Namun karena keterbatasan alat, Bunyamin dirujuk, dan dirawat intensif di RSUP dr Kariadi Semarang sejak Senin (16/7) lalu.

Seorang tetangga Bunyamin, Sutini, mengatakan Bunyamin mengalami gejala penyakit tersebut sejak beberapa hari setelah Lebaran, namun baru akhir-akhir ini ada banyak dokter yang datang ke rumahnya. “Lalu dirinya mulai dirawat di RSUP dr Kariadi sejak Senin,” kata warga Genuksari RT 11 RW 3 Genuk, Semarang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sutini menambahkan, sejak Bunyamin dirawat di rumah sakit, semua keluarganya ikut menemaninya di sana. Sehingga suasana rumahnya sepi. Hanya sesekali ayah Bunyamin, Muhammad Chozin, datang ke rumah. Sutini menduga, beberapa anggota keluarganya juga tertular penyakit tersebut, sehingga mereka juga harus dirawat di rumah sakit.

Pihak Ma’had Ta’zhiimus Sunnah tempat Bunyamin menimba ilmu  ikut berkomentar mengenai kasus ini.  “Saya yakin penyakit tersebut datang dari luar lingkungan sekolah kami, karena tidak ada satupun siswa kami selain Bunyamin yang terjangkit penyakit tersebut, bahkan teman sebangku Bunyamin juga tidak tertular,” ucap Kepala Sekolah Ma’had Ta’zhiimus Sunnah, Abu Yahya, Jumat (20/7).

Abu Yahya menyampaikan, pihaknya awalnya tidak mengetahui jika salah seorang siswanya menderita penyakit difteri. baru sekitar 2 minggu lalu, orangtua Bunyamin datang ke sekolah untuk memberitahu anaknya sakit dan tidak bisa masuk sekolah. “Lalu seminggu kemudian kami mendapatkan kabar kalau Bunyamin sudah dirawat di RSUP dr Kariadi,” akunya.

Kerahkan Babin

Sementara itu, aparat kepolisian Polsek Genuk membantu mengawal Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam upaya pencegahan virus difteri di wilayah hukumnya. Hal ini mengingat adanya dua orang meninggal akibat terserang penyakit difteri di Bangetayu Wetan dan Genuksari.

“Kalau kami kan hanya mendampingi dari Dinas Kesehatan untuk melaksanakan imunisasi karena ada beberapa warga yang tidak mau. Sehingga kami mengutus para Babin untuk supaya masyarakat mau imunisasi sebagai bentuk pencegahan difteri,” ungkap Kapolsek Genuk Kompol Zainul Arifin, Jumat (20/7).

Zainul menjelaskan, setidaknya di wiliayah hukum Polsek Genuk terdapat satu anggota keluarga yang terkena wabah penyakit tersebut. Bahkan sudah ada yang meninggal dunia. “Ada lima anak dalam satu keluarga sudah masuk rumah sakit. Di Bangetayu Wetan juga sudah 2 yang kena. Kalau yang meninggal dua orang akibat difteri,” bebernya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menjaga diri maupun lingkungan. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak keberatan manakala Pemkot Semarang melalui Dinas Kesehatan melakukan imunisasi. (cr2/mha/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lawan Informasi Hoax dengan Literasi, Independensi dan Justice

WAHIB PRIBADI, MALUKU Gencarnya informasi yang bernada fitnah atau hoax mendapat sorotan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI. Untuk mengatasi membanjirnya hoax ini diperlukan langkah...

Wajibkan Desa Punya Perpustakaan

KAJEN – Rendahnya minat baca di Kabupaten Pekalongan membuat Bupati Asip Kholbihi berencana mewajibkan semua desa untuk memiliki perpustakaan desa. Hal itu disampaikan Asip...

Desa Siwal Miliki Produk Batik Unggulan

RADARSEMARANG.COM, KALIWUNGU - Disamping sistem administrasi pemerintahan yang bagus, Desa Siwal juga memiliki produk batik unggulan. Bahkan, batik ini menjadi pakaian resmi bagi perangkat...

Kerja, Kuliah dan Bisnis

KESIBUKAN kuliah reguler kelas sore di Universitas Semarang (USM) dan bekerja sebagai front office di salah satu perusahaan swasta tidak menghalangi Ayu Rizky Angelina...

Percantik Ikon Sejarah

RADARSEMARANG.COM - Pemkot Semarang kembali melakukan renovasi Tugu Muda yang tidak hanya saksi perjuangan para pahlawan, tapi juga menjadi ikon penting Kota Semarang. Tuga...

Satlantas Buka Tempat Latihan Ujian SIM

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapat Surat Izin Mengemudi (SIM) baru, khususnya saat mereka dianggap tak lolos dalam ujian praktek mengemudi...