33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Vonis Pelaku Politik Uang Dikurangi

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Semarang telah memutus perkara banding atas praktik politik uang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Temanggung 2018 dengan terdakwa Supriyono, warga Desa Gowak Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Amar putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 179/Pid.sus/2018/PT SMG tanggal 16 Juli 2018, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Supriyono dengan hukuman pidana penjara 1 tahun dan denda Rp 200 juta. Jika tidak mampu membayar denda, maka hukuman penjara akan ditambah 1 bulan.

“Sidang putusan di Pengadilan Tinggi Semarang digelar Senin (16/7) lalu. Hari ini (kemarin, red) kita menerima berkas putusan tersebut,” ucap JPU Anthonius di Kantor Kejari Temanggung, Kamis (19/7).

Anthonius menjelaskan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Temanggung sebelumnya menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta kepada terdakwa Supriyono. Penasehat hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Temanggung Muhammad Jamal langsung mengajukan banding. “Kini putusan banding telah diputuskan oleh Pengadilan Tinggi Semarang dengan hukuman 1 tahun dan denda Rp 200 juta. Lebih ringan 2 tahun dari vonis PN Temanggung,” ucapnya. Majelis hakim juga memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan.

Menurut Anthonius keputusan tersebut telah final dan berketetapan hukum tetap. “Hari ini telah eksekusi (putus). Terdakwa tidak bisa mengajukan kasasi, karena tindak pidana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hanya sampai banding,” tegasnya.

Atas amar putusan tersebut, terdakwa terpaksa menerima. Muhammad Jamal menuturkan, melihat putusan tersebut dirasa masih belum adil karena kliennya masih tetap dipenjara 1 tahun. “Seandainya boleh ada upaya hukum kasasi, langkah kasasi akan kami tempuh, namun karena tidak bisa, dengan terpaksa kami terima,” ucapnya.

Jamal menilai, dari sisi keadilan memang belum adil, masih tebang pilih. Sebab yang dijatuhi hukuman hanya pemberi uang, sedangkan penerima tidak. Padahal dalam UU dijelaskan, pemberi dan penerima harus mendapat hukuman. “Lha ini yang saya pertanyakan Panwaskab Temanggung. Apapun keputusannya ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim Pengadilan Tinggi yang memberikan hukuman lebih ringan dengan putusan Majelis Hakim PN Temanggung, dari hukuman 3 tahun menjadi 1 tahun,” jelasnya. (san/ton)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

239 Tenaga Kebersihan Dapat KIS

BATANG – Guna menjamin kesehatan 239 tenaga kebersihan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang, Pemkab setempat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan Kartu Indonesia Sehat...

Perangko Edisi Imlek

RADARSEMARANG.COM - Petugas Kantor Pos melayani pembelian perangko edisi Tahun Baru Imlek 2569 bergambar Anjing Emas di Stan Pos Indonesia, Pasar Semawis, Kota Semarang,...

Baru Dua Hari Bekerja, ART Bawa Kabur Motor

MUNGKID--Kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk berhati-hati memilih Asisten Rumah Tangga (ART). D Kecamatan Mertoyudan, misalnya, seorang ART membawa kabur motor milik...

Ruwahan Aktualisasi Kesalehan Sosial

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Tradisi ruwahan atau kirim doa kepada leluhur yang sudah meninggal merupakan tradisi mulia. Bahkan, menjadi salah satu bentuk ajaran Islam yang dibawa Nabi...

Komisaris Utama BPR Arto Moro Terima Leadership Award 2017

RADARSEMARANG.COM - Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Kedu yang pada akhir tahun ini menggelar program apresiasi bertitel Leadeship Award 2017, memberikan penghargaan kepada...

Meriah, Roadshow Terakhir di Mangunharjo

SEMARANG - Roadshow Kampung Hebat hasil kerja bareng Jawa Pos Radar Semarang dan Pemkot Semarang telah mencapai puncaknya Minggu (30/4) kemarin. Roadshow kelima atau...