Pembangunan Terminal Terboyo Tunggu Lelang

228
TERHENTI: Pembangunan Terminal Terboyo Semarang masih menunggu proses lelang. Tampak bagian depan terminal yang sudah sempat dibongkar namun terhenti. (ADITYO DWI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERHENTI: Pembangunan Terminal Terboyo Semarang masih menunggu proses lelang. Tampak bagian depan terminal yang sudah sempat dibongkar namun terhenti. (ADITYO DWI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembangunan Terminal Terboyo menjadi terminal barang hingga saat ini masih menunggu proses lelang yang ditangani Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kota Semarang. Nantinya, pembangunan akan dilaksanakan oleh Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang.

“Masih dalam proses lelang di ULP. Pembangunannya nanti oleh Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang. Kami nanti pengelolaannya kalau sudah jadi,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang M Khadik, Kamis (19/7).

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, kondisi selasar Terminal Terboyo tampak belum banyak perbedaan dari pembongkaran sebelumnya. Beberapa kerangka bangunan terlihat menonjol dan sisa puing pembongkaran masih berserakan di sekitar bekas bangunan.

Selasar Terminal Terboyo yang telah dibongkar di antaranya sisi utara maupun selatan seiring dengan pembangunan terminal penumpang tersebut menjadi terminal barang. Sejumlah bus masih keluar masuk terminal meski kondisi penumpang ketika itu tidak terlalu ramai, termasuk sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang masih terlihat di kawasan Terminal Terboyo.

Khadik mengatakan, pembongkaran selasar bangunan sudah dilakukan setelah ada pemenang lelang untuk pembongkaran aset. Namun, pembangunan terminal barang masih menunggu pemenang lelang proyek, sehingga belum bisa dilakukan.

“Jadi, ada dua kegiatan. Pertama, pembongkaran aset, sudah ada pemenang lelang dan sudah jalan. Ini ditangani Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Kedua, pembangunan terminal barang yang dilakukan Distaru,” jelasnya.

Sekarang ini, ujarnya, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang terkait pemindahan PKL Terminal Terboyo ke Pasar Banjardowo, selain ke Terminal Mangkang sebagaimana direncanakan sebelumnya.

Khadik mengklaim, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan para pedagang yang ada di Terminal Terboyo. Pendekatan tersebut antara lain dengan menawarkan relokasi di Pasar Banjardowo dan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan.

“Kami berikan tenggat waktu sampai Agustus 2018, sembari menunggu pemenang lelang pembangunan terminal. Tetapi kami terus melakukan pendekatan agar segera pindah,” ujarnya.

Sementara untuk pemindahan transit bus antar kota dalam provinsi (AKDP) ke Terminal Penggaron, telah dikomunikasikan dengan Dishub Provinsi. Sedangkan untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP) ke Terminal Mangkang kepada Kementerian.

Khadik mengatakan, Terminal Mangkang Semarang yang sebelumnya dikelola oleh Pemkot Semarang, kata dia, saat ini sudah diserahkan pengelolaannya kepada pusat. Sementara Terminal Penggaron diserahkan pengelolaannya kepada Pemprov Jateng.

“Kami sudah kirim surat ke Dishub Provinsi dan Kemenhub untuk pemindahan bus AKDP ke Terminal Penggaron dan bus AKAP ke Terminal Mangkang. Kalau dari kami, ya berharap secepatnya dimulai pembangunan,” katanya. (tsa/aro)