33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Lima Pejabat Pemkot Mendadak Dimutasi

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lima orang pejabat eselon II Pemerintah Kota Semarang dirotasi, Kamis (19/7). Kelima pejabat tersebut di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Masdiana Safitri yang dimutasi sebagai Assisten III menggantikan Agustin Lusin. Sedangkan Agustin Lusin dioper menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Pejabat lainnya adalah Kepala Dinas Pendidikan Bunyamin yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Sementara jabatannya digantikan oleh Gunawan Saptogiri yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Adapun pengganti Gunawan sebagai Kepala DLH adalah Muthohar, yang sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim). Dengan demikian, jabatan Kadisperkim dan Kadisbudpar kini masih kosong.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berharap kepada para pejabat tersebut tidak perlu beradaptasi dan langsung tancap gas. Menurutnya, kelimanya memiliki basic yang mumpuni pada bidang yang ditangani saat ini.

“Saya yakin semua yang dirotasi ini akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik di bidang yang baru,” katanya usai pelantikan di Balai Kota Semarang, Kamis (19/7).

Politisi PDIP ini menjelaskan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bukan untuk menguasai pekerjaan, tapi pimpinan harus memahami pekerjaan yang dikerjakan di OPD-nya.

Hendi –sapaan akrab wali kota–menginginkan agar para pimpinan baru segera membagi tugas dan kepercayaan kepada staf dan anak buahnya. Menurutnya, pekerjaan yang ada di OPD tidak akan mampu dikerjakan sendiri.

“Jadi harus dibagi tugasnya dengan anak buah atau staf. Pimpinan kemudian melakukan pengecekan pekerjaan yang telah dilakukan. Harus benar-benar jadi manajer yang baik,” pesannya

Hendi mengaku optimistis, kelima pejabat eselon II yang dimutasi tersebut mampu mengelola manajerial dengan baik. Menurut Hendi, Kota Semarang  butuh orang-orang mumpuni untuk membawa Kota Lunpia semakin hebat.

Kepala Bappeda Kota Semarang yang baru, Bunyamin, mengaku saat ini yang paling penting adalah menyelesaikan pekerjaannya pada jabatan sebelumnya sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Namun, ia menegaskan akan segera beradaptasi dan menjalankan tugasnya sebagai kepala Bappeda dengan baik.

“Memang mendadak, tetapi saya tentu akan menjalankan kewajiban yang diamanatkan. Saya akan segera menyesuaikan di tempat yang baru,” tegas Bunyamin. (tsa/aro)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia di UKSW

SALATIGA – 29 peserta PIBBI dan COTI dari 10 universitas di Amerika dan Australia kegiatan Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) ke-71...

Menabung Sejak Dini dengan Simpel Sinarmas

PEKALONGAN - Bank Sinarmas Pekalongan turut berkampanye menabung sejak dini. Hal tersebut, salah satunya dilakukan kepada 40 siswa taman kanak-kanak dari TK Kemala Bhayangkari,...

Wakil Bupati Ajak Warga untuk Peka dan Peduli Lingkungan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sebuah Desa jika ingin sejahtera, bisa terwujud apabila warganya peka dan peduli terhadap lingkungan. Selain itu juga harus memiliki sikap menghargai...

Mengenang Kehebatan Masa Lalu di Museum-Museum Kabupaten Magelang

RADARSEMARANG.COM - KABUPATEN Magelang tidak hanya memiliki Candi Borobudur dan berbagai destinasi wisata, namun juga menyimpan sejarah-sejarah yang luar biasa terkait peradaban di masa...

Pemkab Tak Serius Kembangkan Desa Wisata

UNGARAN – Pemkab Semarang dinilai tidak serius menggarap potensi desa wisata. Terbukti sejumlah desa wisata kondisinya memprihatinkan. Tidak terurus dengan baik. Seperti Desa Bejalen. Desa...

Rusunawa Kurang, Tunda Relokasi

“Penundaan dilakukan karena masih ada beberapa warga yang belum menerima kunci” Margo Haryadi, Lurah Tanjung Mas RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah menunda relokasi warga Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas Semarang,...