Gunakan Limbah Temu Lawak yang Mudah Didapat dan Murah

Mahasiswa FPP Undip Temukan Bahan Penurun Kolesterol Telur Itik

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM – Telur itik merupakan salah satu produk ternak yang diminati masyarakat. Tapi, kandungan kolesterol yang cukup tinggi seringkali bikin konsumen khawatir. Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan campuran pakan ternak yang bisa menurunkan kandungan kolesterol dalam telur. Seperti apa?

PRATONO

BANYAK produk makanan yang menggunakan telur itik atau bebek sebagai bahan utama ataupun tambahan. Seperti telur asin, martabak, kerak telur atau makanan lainnya. Ini menunjukkan bahwa telur itik merupakan salah satu produk ternak yang diminati masyarakat.

Namun di sisi lain, kandungan kolesterol dalam telur itik cukup tinggi. Berkisar antara 824,02 sampai 880,14 mg per 100 gram berat telur. Kondisi ini yang membuat 3 mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Achmad Iqbal Fauzi, Gemilang Bagus Pramana dan Muhammad Zainul Asror mencari cara untuk bisa menghasilkan telur itik rendah kolesterol.

Iqbal menjelaskan, beberapa upaya untuk penurunkan kadar kolesterol dalam telur sudah pernah dilakukan. Seperti dengan penambahan tepung bawang merah pada pakan itik, tepung kunyit pada pakan puyuh dan lainnya. “Namun upaya-upaya tersebut memerlukan biaya yang mahal dikarenakan mahalnya bahan baku sehingga dapat dipandang sebagai upaya yang kurang ekonomis,” jelas mahasiswa FPP angkatan 2014 ini.

Akhirnya, mereka sepakat untuk menggunakan limbah temu lawak sebagai bahan tambahan pakan pada itik. Pertimbangannya, limbah temu lawak mudah ditemukan pada pabrik jamu dan harganya murah.

Namun ramuan penurun kandungan kolesterol ini bukan berwujud limbah temu lawak yang dicampurkan langsung pada pakan. Tapi limbah temu lawak dikombinasikan dengan bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus plantarum yang bisa menurunkan kadar kolesterol telur lewat garam empedu yang dihasilkan.

“Solusi atas masalah tersebut adalah dengan pembuatan Sinterol (Sinbiotik untuk Telur Rendah Kolestrol), yaitu sinbiotik yang memanfaatkan bakteri asam laktat sebagai probiotik yang dikombinasikan dengan limbah jamu sebagai prebiotik,” tambah Bagus.

Di bawah bimbingan dosen Daud Samsudewa, ketiga mahasiswa ini mencoba mencari formula paling pas untuk menghasilkan Sinterol. Lewat serangkaian penelitian, didapatkan takaran yang paling efektif untuk menghasilkan telur rendah kolesterol adalah dengan mencampurkan 1 persen Sinterol pada pakan itik. Dengan takaran ini, kandungan kolesterol telur yang dihasilkan itik peliharaan bisa berkurang hingga sekitar 361 mg per 100 gram bobot telur dibandingkan telur normal.

“Sinbiotik kombinasi limbah jamu dengan bakteri asam laktat dapat direkomendasikan pada masyarakat khususnya petani itik di Indonesia karena memiliki beberapa kelebihan antara lain murah, ramah lingkungan dan dapat menurunkan kadar kolestrol telur itik,” jelas Iqbal.

Telur itik rendah kolestrol juga dapat direkomendasikan pada masyarakat. Mengonsumsi telur itik yang memiliki kolestrol lebih rendah dapat mencegah penyakit jantung koroner yang diakibatkan oleh penyumbatan kolestrol pada pembuluh darah.

“Pemberian sinterol dalam ransum itik memberikan dampak positif terhadap penurunan kadar kolestrol telur itik,” tambahnya.

Tak hanya menurunkan kadar kolesterol, itik yang mendapatkan pakan bercampur Sinterol juga menghasilkan telur dengan kesuburan dan daya tetas lebih tinggi dibandingkan telur itik biasa. Fertilitas telur biasa yang berkisar 91,67 persen bisa ditingkatkan menjadi sekitar 93,64 persen. Begitu pula dengan daya tetas yang normalnya sekitar 63, 64 persen bisa meningkat menjadi 66, 20 persen.

Tahap selanjutnya, mereka akan melakukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan Sinterol. Tak lupa mengajukan temuan ini untuk mendapatkan pengakuan hak karya intelektual (HaKI) mengenai formulasi bakteri asam laktat dan limbah jamu dalam sinbiotik terbaik yang dapat menurunkan kolesterol telur itik. (*/aro)

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Berawal dari Anak Menangis, Kini Bisa Pekerjakan Warga

Kain perca atau kain bekas sisa dari bahan jahitan yang semula hanya menjadi sampah, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan pita rambut yang mendatangkan...

Tak Penuhi Target, Siap Undur Diri

GUBERNURAN - Proses lelang jabatan lima pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Jateng yang dimulai 6 November lalu, rampung sudah. Lima pejabat yang terpilih,...

UIN Walisongo Kukuhkan Satu Lagi Guru Besar

SEMARANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menambah guru besar. Yakni Prof Fatah Syukur, yang dikukuhkan melalui Sidang Senat Terbuka, di Aula...

Talkshow Satu Jam Bersama Caisar: Dulu Ajak Berjoget, Kini Mengajak Salat

DEMAK-Ada yang berbeda di SMK Pontren Darussalam Demak. Untuk menyambut tahun baru Islam, lembaga pendidikan ini menggelar talkshow dengan mendatangkan narasumber yang pernah mengisi...

More Articles Like This

- Advertisement -