Gunakan Limbah Temu Lawak yang Mudah Didapat dan Murah

Mahasiswa FPP Undip Temukan Bahan Penurun Kolesterol Telur Itik

174
INOVATIF: Tiga mahasiswa FPP Undip dan dosen pembimbing yang menghasilkan bahan campuran pakan untuk menurunkan kadar kolesterol telur itik. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Tiga mahasiswa FPP Undip dan dosen pembimbing yang menghasilkan bahan campuran pakan untuk menurunkan kadar kolesterol telur itik. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Telur itik merupakan salah satu produk ternak yang diminati masyarakat. Tapi, kandungan kolesterol yang cukup tinggi seringkali bikin konsumen khawatir. Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan campuran pakan ternak yang bisa menurunkan kandungan kolesterol dalam telur. Seperti apa?

PRATONO

BANYAK produk makanan yang menggunakan telur itik atau bebek sebagai bahan utama ataupun tambahan. Seperti telur asin, martabak, kerak telur atau makanan lainnya. Ini menunjukkan bahwa telur itik merupakan salah satu produk ternak yang diminati masyarakat.

Namun di sisi lain, kandungan kolesterol dalam telur itik cukup tinggi. Berkisar antara 824,02 sampai 880,14 mg per 100 gram berat telur. Kondisi ini yang membuat 3 mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Achmad Iqbal Fauzi, Gemilang Bagus Pramana dan Muhammad Zainul Asror mencari cara untuk bisa menghasilkan telur itik rendah kolesterol.

Iqbal menjelaskan, beberapa upaya untuk penurunkan kadar kolesterol dalam telur sudah pernah dilakukan. Seperti dengan penambahan tepung bawang merah pada pakan itik, tepung kunyit pada pakan puyuh dan lainnya. “Namun upaya-upaya tersebut memerlukan biaya yang mahal dikarenakan mahalnya bahan baku sehingga dapat dipandang sebagai upaya yang kurang ekonomis,” jelas mahasiswa FPP angkatan 2014 ini.

Akhirnya, mereka sepakat untuk menggunakan limbah temu lawak sebagai bahan tambahan pakan pada itik. Pertimbangannya, limbah temu lawak mudah ditemukan pada pabrik jamu dan harganya murah.

Namun ramuan penurun kandungan kolesterol ini bukan berwujud limbah temu lawak yang dicampurkan langsung pada pakan. Tapi limbah temu lawak dikombinasikan dengan bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus plantarum yang bisa menurunkan kadar kolesterol telur lewat garam empedu yang dihasilkan.

“Solusi atas masalah tersebut adalah dengan pembuatan Sinterol (Sinbiotik untuk Telur Rendah Kolestrol), yaitu sinbiotik yang memanfaatkan bakteri asam laktat sebagai probiotik yang dikombinasikan dengan limbah jamu sebagai prebiotik,” tambah Bagus.

Di bawah bimbingan dosen Daud Samsudewa, ketiga mahasiswa ini mencoba mencari formula paling pas untuk menghasilkan Sinterol. Lewat serangkaian penelitian, didapatkan takaran yang paling efektif untuk menghasilkan telur rendah kolesterol adalah dengan mencampurkan 1 persen Sinterol pada pakan itik. Dengan takaran ini, kandungan kolesterol telur yang dihasilkan itik peliharaan bisa berkurang hingga sekitar 361 mg per 100 gram bobot telur dibandingkan telur normal.

“Sinbiotik kombinasi limbah jamu dengan bakteri asam laktat dapat direkomendasikan pada masyarakat khususnya petani itik di Indonesia karena memiliki beberapa kelebihan antara lain murah, ramah lingkungan dan dapat menurunkan kadar kolestrol telur itik,” jelas Iqbal.

Telur itik rendah kolestrol juga dapat direkomendasikan pada masyarakat. Mengonsumsi telur itik yang memiliki kolestrol lebih rendah dapat mencegah penyakit jantung koroner yang diakibatkan oleh penyumbatan kolestrol pada pembuluh darah.

“Pemberian sinterol dalam ransum itik memberikan dampak positif terhadap penurunan kadar kolestrol telur itik,” tambahnya.

Tak hanya menurunkan kadar kolesterol, itik yang mendapatkan pakan bercampur Sinterol juga menghasilkan telur dengan kesuburan dan daya tetas lebih tinggi dibandingkan telur itik biasa. Fertilitas telur biasa yang berkisar 91,67 persen bisa ditingkatkan menjadi sekitar 93,64 persen. Begitu pula dengan daya tetas yang normalnya sekitar 63, 64 persen bisa meningkat menjadi 66, 20 persen.

Tahap selanjutnya, mereka akan melakukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan Sinterol. Tak lupa mengajukan temuan ini untuk mendapatkan pengakuan hak karya intelektual (HaKI) mengenai formulasi bakteri asam laktat dan limbah jamu dalam sinbiotik terbaik yang dapat menurunkan kolesterol telur itik. (*/aro)