Ancam Jemput Paksa Pengusaha Zeus

Dugaan Penipuan dan Penggelapan Uang Pajak

507
CARI BARANG BUKTI: Penyidik Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP di Zeus Executive Karaoke Hotel Edge Semarang, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)
CARI BARANG BUKTI: Penyidik Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP di Zeus Executive Karaoke Hotel Edge Semarang, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penyidik Polrestabes Semarang akan melakukan penjemputan paksa terhadap pengusaha Zeus Executive Karaoke, Thomas. Pasalnya, warga Korea ini telah dua kali mangkir dari panggilan Polrestabes Semarang.

“Di sini saya sampaikan biar saja didengar oleh yang terlapor ini. Laporan dari Pak Kasatreskrim, sudah dilakukan surat pemanggilan yang kedua,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji ditemui usai nonton bareng film 22 Menit di XXI Paragon, Kamis 0(19/7) kemarin.

Abioso menegaskan, pihaknya akan terus menindaklanjuti pelaporan perkara ini. Bahkan, penyidik juga akan melakukan pemanggilan paksa. Sebab, pihak terlapor tidak mengindahkan dua kali pemanggilan penyidik.”Dipanggil sekali tidak datang, dipanggil dia kali tidak datang, panggilan berikutnya sekaligus perintah untuk membawa (jemput paksa terlapor),” tegasnya.

Dia menegaskan, pemanggilan tersebut keterkaitan soal pelaporan dugaan penipuan dan penggelapan pajak yang dilakukan oleh Zeus Karaoke. Menurutnya, pemanggilan terhadap bersangkutan untuk dimintai keterangan sebagai bahan penyelidikan. “Justru ketika diperlukan keterangannya oleh seorang penyidik supaya membuat terang permasalahan, ini kan seharusnya hadir dengan segala kesadarannya,” katanya.

Padahal, lanjut dia, memberikan keterangan merupakan sebuah hak yang dilakukan oleh terlapor maupun pelapor. Meskipun, nantinya keterangan tersebut tidak saling sama. Akan tetapi hal tersebut sudah merupakan tugas penyidik untuk melakukan penyelidikan.

“Keterangan hari ini A, besok B ya silakan saja, penyidik tidak sebodoh yang mereka bayangkan, sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Lebih baik ngomong apa adanya terbuka dan jujur,” katanya.

Thomas dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan oleh rekan bisnisnya, Jefry Fransiskus, pemilik 10 persen saham di Zeus Karaoke. Dari pelaporan ini, Jefry membeberkan segala dugaan pelangaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Thomas. Termasuk dugaan penipuan dan penggelapan pajak dan dugaan adanya praktik prostitusi. “Kita fokus dulu ke perpajakan. Ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.

Menanggapi terkait tempat hiburan tersebut dilakukan penutupan, Abioso menyampaikan tidak melakukan hal tersebut. Namun demikian, pihaknya kembali menegaskan, akan terus memproses pelaporan ini. “Tidak tetep jalan, nanti kalau segel kan polisi disalahkan. Tapi kan proses tetap jalan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pengusaha tempat hiburan Zeus Executive Karaoke yang berlokasi di Grand Edge Hotel Jalan Sultan Agung Kota Semarang diduga telah melakukan dugaan penipuan dan penggelapan pajak mencapai miliaran rupiah. Dugaan kasus ini mencuat setelah salah satu penanam modal bisnis ini melaporkan kejadiannya ke kepolisian terkait dugaan penipuan penggelapan hasil keuntungan dari penanaman saham sebesar 10 persen. Pelapor atas nama Jeffry Fransiskus, 31, warga Pudakpayung Kecamatan Banyumanik. Sedangkan terlapornya adalah Thomas, warga negara Korea yang tinggal di Dusun Srumbung, Bawen, Kabupaten Semarang. Jeffri melaporkan dugaan kasus ini di Mapolrestabes Semarang pada Sabtu (7/7) sekitar pukul 21.15. (mha/aro)