Wabub Apresiasi Perjuangan Guru SLB

252
BERI HADIAH:  Wakil Bupati Suyono memberikan kacamata hitam kepada dua penyandang disabilitas yang tampil menyanyi dalam halal bihalal di SLB Batang, Rabu (18/7). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI HADIAH:  Wakil Bupati Suyono memberikan kacamata hitam kepada dua penyandang disabilitas yang tampil menyanyi dalam halal bihalal di SLB Batang, Rabu (18/7). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Walaupun memiliki kekurangan, ternyata anak-anak penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan anak lainnya. Bahkan memiliki kelebihan, yang pantas untuk ditampilkan dalam setiap pentas.

Wakil Bupati (Wabub) Batang Suyono tiba-tiba tidak bisa menahan haru, pria tinggi besar dan atletis ini meneteskan air mata melihat penampilan Edi dan Aulia, siswa SLB  yang memiliki suara merdu dan pandai memainkan alat musik keyboard.

Keduanya tampil saat dilaksanakan halal bihalal guru SLB se-Eks Karisidenan Pekalongan di SLB Batang Rabu, (18/7). Saking terharunya, Wabup langsung naik panggung dan memberikan kacamata hitamnya kepada keduanya.

“Kebanggaan bagi saya, dan terharu melihat penampilan anak – anak penyandang disablitas yang memiliki kreativitas luar biasa, ini harus menjadi kebanggaan yang lebih bagi guru SLB. Karena bisa mendidik anak yang memiliki keterbatasan tapi bisa menampilkan talenta yang sangat bagus,” ucapnya Wakil Bupati Suyono sambil mengusap air mata.

Suyono juga mengatakan bahwa menjadi seorang pendidik disabilitas tidaklah mudah, harus memiliki kesabaran, ketekunan dan ketelatenan, karena yang di didik memiliki keterbatasan fisik, mental yang harus bisa mandiri serta membimbing untuk mencari bakat dan telentanya.“Saya memberikan apresiasi yang setinggi–tingginya kepada guru SLB yang telah mendidik anak menjadi berprestasi,” sebut Suyono.

Menurutnya jarang sekali orang yang ingin mengajar di SLB, bahkan bisa dibilang sangat jarang orang memiliki cita–cita tersebut. “Hanya orang – orang yang memiliki hati mulia yang mau dangan ikhlas mengajar anak – anak yang memiliki kebutuhan khusus, agar memiliki daya saing untuk mengahadapi tantangan  hidupnya,” lanjutnya

Suyono berjanji, dengan keterbatasan dan kekurangan fasilitas SLB Kabupaten Batang. Pemkab siap membantunya, sebagai wujud kepedulian di bidang pendidikan. Karena hal ini juga guna untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia.

“Buatkan Proposal apa yang menjadi kebutuhan SLB, Pemkab siap membantu menyempurnakan fasilitas sekolahan. Saya siap bantu siswa yang kurang mampu setiap tahun ajaran baru untuk membelikan tas dan sepatu, yang akan saya sediakan Rp 5 juta,” janji Wabup Suyono.

Sementara, Kepala Bidang PKLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Padmaningrum mengatakan, anak penyandang disabilitas memang memiliki kebutuhan khusus, akan tetapi di balik keterbatasanya memiliki bakat dan telenta masing – masing.

“Oleh karena itu, guru SLB harus bagaimana caranya dalam melatih kemandirian terhadap anak–anak disabilitas sangat di perlukan, saya yakin anak disabilitas yang sekolah di SLB merupakan warga Kabupaten Batang jadi saya ingin ada sinergitas antar OPD dalam melaksanakan gerakan–gerakan kemandirian,” harap Padmaningrum. (han/bas)