TPA Degayu Over Kapasitas

349
OVERLOAD: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Pekalongan di Kelurahan Degayu, tak mampu tampung sampah warga. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OVERLOAD: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Pekalongan di Kelurahan Degayu, tak mampu tampung sampah warga. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu yang menjadi satu-satunya TPA  milik Pemkot Pekalongan dinilai sudah tidak mampu lagi menampung debit sampah dari warga Kota Pekalongan alias overload.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Pemkot Pekalongan, Purwanti, Rabu (18/7) kemarin, mengungkapkan bahwa TPA Degayu saat ini sudah melebihi ambang batas ketinggian sampah dari sebuah TPA.

Menurutnya ketinggian ideal TPA untuk Kota Pekalongan adalah 5 hingga 6 meter.  Namun TPA Degayu sudah mencapai sekitar 17 Meter. Kondisi tersebut juga membahayakan pekerja serta warga yang mengais sampah di TPA tersebut.

“Status overload di TPA Degayu bisa berdampak buruk bagi lingkungan sekitar dan TPA Degayu ini sangat tidak layak dikatakan sebuah TPA, maka banyak sampah yang tidak lagi tertampung di TPA ini,” ungkap Purwanti.

Purwanti juga mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencanaya akan membuka zona baru dikawasan TPA Degayu . Saat ini, zona yang masih aktif ada di zona II dan III, dengan luasan setiap zona aktif 2,1 hektare.

Sedangkan zona yang tidak aktif sekitar 0,6 hektare.  Total di kawasan Degayu sendiri 5,8 hektar.  Dari 2,1 hektare zona aktif, kapasitas yang ideal kurang lebih 126 ribu kubik sampah. Tapi kondisi saat ini sudah hampir 300 kubik perharinya.

“Dengan ketinggian sampai 17 meter, maka sangat rawan untuk longsor dan bisa menimbun para pekerja. Artinya sudah overload sekitar 100 persen dari kondisi seharusnya. Bahkan berdasarkan kajian usia teknisnya kurang lebih dua tahun lalu, harusnya sudah tidak lagi digunakan untuk pembuangan sampah. Jika Pemkot terus melanjutkan maka akan berdampak berbahaya bagi lingkungan hidup di sekitar kawaasan TPA,” kata Purwanti.

Purwanti juga menegaskan bahwa Pemkot Pekalongan tidak mempunyai jembatan timbang, yang seharusnya digunakan pada TPA Degayu sehingga data berapa kubik yang diangkut atau masuk ke TPA Degayu masih belum pasti.

“Rencanya tahun 2018 ini akan membuat jembatan timbang.  Namun perkiraannya dilihat dari armada yang dimiliki DLH, yaitu 25 armada,  satu armada bisa menampung 2 setengah hingga 3 kubik. Maka sekitar 150 kubik yang tiap harinya masuk ke TPA,  belum lagi ditambah dari warga yang membuang di wilayah tersebut dan itu belum semua sampah yang ada di Kota Pekalongan terangkut semua,” tegas Purwanti. (thd/bas)