33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Temu Ormas, Hans Diminta Jaga Kebhinnekaan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Maju di Dapil 1 Jateng dari Partai Nasdem untuk calon legislatif (Caleg) DPR RI, Hans Christian Hosman bertemu dengan para ormas kepemudaan, antara lain Lindu Aji dan pengurus Karang Taruna se-Jateng.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji, Heru Supriyono menyatakan ketertarikannya dengan sosok anak muda artis, yang mau terjun ke dunia politik. “Saya senang dan tertarik dengan Hans Hosman yang mau turun mencalonkan anggota dewan. Karena lebih enak jadi artis, memperdalam dunia akting jauh lebih besar gajinya,” katanya di Rosti Cafe, Semarang, Rabu 18 Juli 2018.

Menurut Heru, menjadi artis hidupnya lebih enak, penghasilannya lebih besar dibandingkan menjadi anggota dewan. “Ini lain, orang yang sudah enak main film, banyak kontrak, kok mau kembali turun ke bawah, yang belum tahu hasilnya berapa,” ungkapnya.

Karena itu, dia berpesan kepada Hans, bila ingin serius menjadi anggota dewan, harus bisa menjaga keragaman umat beragama dan budaya. “Tetapi, kalau komitmen betul-betul ingin jadi, tolong bisa menggunakan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dan mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan kebhinnekaan,” ucapnya.

Menurutnya, tantangan setiap pejabat atau anggota dewan harus setia dengan Pancasila. Namun pemerintah dan legislatif sekarang ini hanya duduk di balik kebohongan.

Di ormas Lindu Aji, terdapat berbagai pemuda dari berbagai macam golongan, tingkat pendidikan, ras atau suku. “Dari pendidikan profesor sampai bawah, TNI maupun POLRI ada. Bahkan dari pekerjaan apapun ada. Anggotanya dari Arab, Jawa, China singkatannya Arwana. Kalau mau masuk sini, kuasai dulu budayanya. Pelajari budaya dan karakternya,” jelasnya.

Sementara itu, Bacaleg Partai Nasdem Dapil 1 Jateng, Hans Hosman mengungkapkan ketertarikannya terjun ke dunia politik berdasarkan jiwa sosialnya yang ingin membantu semua orang dan memajukan dunia seni di kancah parlemen. “Menurut saya, dunia politik memang lebih berat dari pada dunia film. Namun yang mendasari saya adalah jiwa sosial. Kalau masuk dunia politik, saya bisa membantu ke semua orang secara masif,” ungkapnya.

Datang ke Jateng, ia tidak ingin sekedar janji, namun benar-benar dapat menggerakan para pemuda dapat membangun provinsinya. “Jika anak-anak muda bisa bergerak, angka kemiskinan di Jateng ini akan berkurang. Saya tidak akan menjanjikan yang dinggap klise seperti memajukan, mensejahterakan rakyat. Namun kami hanya mendorong warga Jateng untuk maju dari bidang kesenian, pariwisata dan olahraga,” tandasnya. (ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tolak Hoax, Pelajari Jurnalisme Kebenaran

SEMARANG - Fenomena berita hoax alias berita bohong yang berkembang di media sosial, menjadi tantangan generasi sekarang. Karena itu, lulusan Fakultas Hukum (FH) Universitas...

Jumlah Pelanggaran Melebihi Target

SEMARANG- Kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas rupanya masih rendah. Terbukti, selama berlangsungnya Operasi Zebra Candi 2017 terjaring 8.351 kasus pelanggaran. Wakasatlantas Polrestabes Semarang, Kompol Sumiarta,...

Kinerja Perbankan di Jateng Melambat

SEMARANG - Kinerja perbankan Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2017 melambat seiring dengan kinerja perekonomian daerah yang kembali melambat sesuai dengan pola musimannya....

Polisi Buru Pelaku Penyebar Hoax Pesan WA Penculikan Anak

JawaPos.com - Viral di aplikasi pesan singkat, WhatsApp sebuah foto yang menunjukkan seorang bocah tergeletak di rumput tanpa bagian organ dalam tubuhnya. Hanya tersisa...

Dorong Penjualan Elektronik

SEMARANG- Kondisi ekonomi yang stagnan membuat peritel elektronik harus mampu melakukan inovasi baru dalam mendongkrak penjualan. Global Elektronik, salah satu peritel elektronik menghadapi kondisi...

Kerajinan Tangan Jadi Identitas Desa

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Piring yang terbuat dari lidi kelapa sering kita jumpai di berbagai restoran maupun rumah makan pinggiran. Selain harga per-bijinya yang cenderung...