Temu Ormas, Hans Diminta Jaga Kebhinnekaan

147
GALANG DUKUNGAN : Caleg DPR RI Dapil 1 Jateng dari Partai Nasdem, Hans Christian Hosman saat bertemu dengan ormas kepemudaan, antara lain Lindu Aji dan pengurus Karang Taruna se-Jateng di Restro Kafe, Rabu (18/7) kemarin. (ISTIMEWA)
GALANG DUKUNGAN : Caleg DPR RI Dapil 1 Jateng dari Partai Nasdem, Hans Christian Hosman saat bertemu dengan ormas kepemudaan, antara lain Lindu Aji dan pengurus Karang Taruna se-Jateng di Restro Kafe, Rabu (18/7) kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Maju di Dapil 1 Jateng dari Partai Nasdem untuk calon legislatif (Caleg) DPR RI, Hans Christian Hosman bertemu dengan para ormas kepemudaan, antara lain Lindu Aji dan pengurus Karang Taruna se-Jateng.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lindu Aji, Heru Supriyono menyatakan ketertarikannya dengan sosok anak muda artis, yang mau terjun ke dunia politik. “Saya senang dan tertarik dengan Hans Hosman yang mau turun mencalonkan anggota dewan. Karena lebih enak jadi artis, memperdalam dunia akting jauh lebih besar gajinya,” katanya di Rosti Cafe, Semarang, Rabu 18 Juli 2018.

Menurut Heru, menjadi artis hidupnya lebih enak, penghasilannya lebih besar dibandingkan menjadi anggota dewan. “Ini lain, orang yang sudah enak main film, banyak kontrak, kok mau kembali turun ke bawah, yang belum tahu hasilnya berapa,” ungkapnya.

Karena itu, dia berpesan kepada Hans, bila ingin serius menjadi anggota dewan, harus bisa menjaga keragaman umat beragama dan budaya. “Tetapi, kalau komitmen betul-betul ingin jadi, tolong bisa menggunakan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dan mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan kebhinnekaan,” ucapnya.

Menurutnya, tantangan setiap pejabat atau anggota dewan harus setia dengan Pancasila. Namun pemerintah dan legislatif sekarang ini hanya duduk di balik kebohongan.

Di ormas Lindu Aji, terdapat berbagai pemuda dari berbagai macam golongan, tingkat pendidikan, ras atau suku. “Dari pendidikan profesor sampai bawah, TNI maupun POLRI ada. Bahkan dari pekerjaan apapun ada. Anggotanya dari Arab, Jawa, China singkatannya Arwana. Kalau mau masuk sini, kuasai dulu budayanya. Pelajari budaya dan karakternya,” jelasnya.

Sementara itu, Bacaleg Partai Nasdem Dapil 1 Jateng, Hans Hosman mengungkapkan ketertarikannya terjun ke dunia politik berdasarkan jiwa sosialnya yang ingin membantu semua orang dan memajukan dunia seni di kancah parlemen. “Menurut saya, dunia politik memang lebih berat dari pada dunia film. Namun yang mendasari saya adalah jiwa sosial. Kalau masuk dunia politik, saya bisa membantu ke semua orang secara masif,” ungkapnya.

Datang ke Jateng, ia tidak ingin sekedar janji, namun benar-benar dapat menggerakan para pemuda dapat membangun provinsinya. “Jika anak-anak muda bisa bergerak, angka kemiskinan di Jateng ini akan berkurang. Saya tidak akan menjanjikan yang dinggap klise seperti memajukan, mensejahterakan rakyat. Namun kami hanya mendorong warga Jateng untuk maju dari bidang kesenian, pariwisata dan olahraga,” tandasnya. (ida)