Tega, Ayah Gantung Anak

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Seorang ayah tega menganiaya buah hatinya yang masih di bawah umur, dengan cara menggantungnya di atas blandar kayu dalam rumah menggunakan gorden. Tindakan kejam yang dilakukan seorang ayah berinisial Fae, 25, warga Jalan Karangjangkang, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, itu akhirnya dilaporkan oleh istrinya (Y) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (18/7).

Pada pelaporan tersebut, Y menerangkan, suaminya telah melakukan tindakan kejam terhadap Mar (anaknya) pada Minggu (15/7) sekitar pukul 19.30. Dalam laporannya Y menceritakan, saat itu Mar berada di rumah bersama ayahnya. Sementara ia sedang bekerja. Mar kala itu menangis dan meminta diantar ke tempat neneknya.

Namun, Fae yang mengenakan sarung bertelanjang dada enggan menuruti keinginan anaknya. Malah sebaliknya, Fae semakin murka dan melakukan perbuatan tidak pantas. Bocah laki-laki mungil tersebut diperlakukan dengan kasar, yakni digantung di atas blandar rumah dengan posisi kepala di bawah.

“Anak saya digantung di blandar kayu dengan menggunakan gorden,” ungkap Y kepada petugas.

Mendapat perlakukan tersebut, Mar semakin menangis kencang, hingga suaranya mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang mendengar mendatangi di rumah tersebut dan terkejut melihat perbuatan Fae terhadap Mar. Kemudian menolong Mar. “Kemudian saya pulang setelah mendapat kabar,” terangnya.

Y pun semakin geram ketika ditunjukkan perbuatan suaminya melalui sebuah remakan video. “Kebetulan ada warga yang merekam sebelum anak saya diturunkan,” katanya.  “Sampai sekarang anak saya masih trauma dan takut,” tegasnya. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polrestabes Semarang, segera menindaklanjuti laporan tersebut. (mha/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -