Ratusan Koperasi Mati Suri

307
RAKOR: Kepala Dinas Perdagangan Siti Zuarin bersama Ketua Hari Koperasi Farodli dan Ketua Dekopinda Demak, Wakiyo dalam rakor, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAKOR: Kepala Dinas Perdagangan Siti Zuarin bersama Ketua Hari Koperasi Farodli dan Ketua Dekopinda Demak, Wakiyo dalam rakor, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Pemkab Demak hingga kini telah mencatat ada 649 koperasi di wilayah Kabupaten Demak . Dari jumlah itu, 538 unit koperasi dalam kondisi masih aktif berkegiatan dan 111 unit lainnya tergolong tidak aktif atau mati suri.

Hal ini mengemuka dalam rakor Dinas Perdagangan bersama Dekopinda Demak, kemarin. Kepala Dinas Perdagangan, Siti Zuarin mengungkapkan, untuk mencegah dan menekan tidak aktifnya koperasi tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai cara pembinaan.

Misalnya, dengan pelatihan, sarasehan, pemberian penghargaan dan penilaian. Meski demikian, masih ada saja koperasi yang enggan hidup mati pun tidak mau.  Pada 2016 lalu, setidaknya ada 76 koperasi yang telah dibubarkan. Ini karena sudah tidak bisa dipertahankan. “Kita tetap mengedepankan kualitas koperasi sehingga betul betul bermanfaat bagi anggota,” katanya.

Kabid koperasi, Budiono menambahkan, pihaknya terus melakukan verifikasi, termasuk mencari pengurusnya, alamatnya hingga anggotanya. “Sebab, saat kita verifikasi, masih ada koperasi yang aktif tapi tidak melaporkan kegiatannya ke dinas,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Demak, Farodli mengatakan, anggaran bidang koperasi sekotar Rp 435 juta. Antara lain, digunakan untuk peningkatan kualitas, sarana prasarana, pembinaan dan pengawasan serta monitoring. “Anggaran itu sangat sedikit sehingga perlu ada peningkatan anggaran. Harapannya, koperasi di Demak makin berkembang,” katanya.

Ketua Dekopinda Demak, Wakiyo mengatakan, selama ini tidak pernah ada aliran dana dari APBD untuk kegiatan koperasi. Karena itu, semua sengkuyung bersama mengatasi masalah anggaran. “Dasarnya adalah rasa kekeluargaan dari dan untuk anggota,” katanya.

Menurutnya, koperasi harus bisa menjadi soko guru perekonomian nasional. (hib/bas)