Penjualan Rumah Makin Merosot

373

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasar properti, khususnya rumah komersial kian lesu. Terlihat dari hasil penjualan selama Property Expo Semarang ke-5 yang digelar di Mal Ciputra.

“Hasil penjualan selama pameran jauh di bawah target. Dari target 60 unit, hanya 19 unit saja yang terjual selama pameran,” ujar Panitia Pameran, Wibowo Tedjo Sukmono, di sela penutupan pameran, Rabu (18/7).

Jumlah tersebut tak hanya jauh dari target, tapi juga merosot jauh dibanding pameran sebelumnya dengan penjualan mencapai 55 unit. Begitu juga bila dibandingkan dengan Property Expo Semarang ke-5 yang dihelat tahun sebelumnya, dengan capaian 50 unit.

Beberapa faktor dinilai sebagai penyebab merosotnya penjualan pada pameran ke-5 ini. Di antaranya waktu yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri serta tahun ajaran baru. Bagi pengusaha, sebagian dana lebih diutamakan untuk pembagian THR pada karyawan.

“Banyak yang datang dan berminat dengan unit-unit yang kami tawarkan. Sayangnya, saat ditindaklanjuti, untuk mereka yang berwirausaha masih melakukan penundaan pembelian dengan alasan dana untuk THR kayawan dulu. Begitu juga dengan pegawai yang masih fokus pada dana anak sekolah,” ujarnya.

Tren pertumbuhan negatif ini, lanjutnya, terus dirasakan sejak 2016 lalu. Selama pameran pada 2016 total penjualan mencapai 495 unit, kemudian pada 2017 menjadi 407 unit. “Pada tahun ini untuk perhitungan Januari sampai April masih 124 unit. Tapi kami tetap optimistis, masih ada lima pameran lagi dan diharapkan bisa megejar target,”ujarnya.

Beberapa pengembang, lanjutnya, juga menyiasati dengan memperbanyak stok pada segmen penjualan terbanyak. Yaitu unit-unit rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta. “Sejauh ini penjualan terlaris di segmen tersebut, jadi banyak yang membangun disesuaikan ukuran tanah dan luas bangunan agar masuk di segmen tersebut,” imbuh salah seorang pengembang Dibya K Hidayat. (dna/ton)