Penjualan Motor Bekas Meningkat

441
STOK MENIPIS : Motor-motor bekas di Showroom Kurnia Motor, Pucang, Kabupaten Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
STOK MENIPIS : Motor-motor bekas di Showroom Kurnia Motor, Pucang, Kabupaten Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Momen tahun pelajaran baru menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha jual beli motor bekas. Permintaan kendaraan roda dua meningkat khususnya untuk sepeda motor jenis matik. Sementara jenis motor bebek dan sport, peminatnya lebih sedikit.

“Di tiga outlet, saya mampu menjual sekitar 40 unit kendaraan bermotor untuk semua tipe,” kata Arif Kurniawan, pemilik Showroom Kurnia Motor, di Pucang, Kabupaten Magelang.

Arif mengungkapkan, ada perbedaan penjualan motor bekas dengan motor baru di diler. Jika motor bekas, pembeli tidak terpaku pada warna motor yang akan dibeli. Semua tergantung pada ketersediaan stok, dan kondisi kendaraan. “Biasanya datang ke showroom, kemudian pilih-pilih. Kalau ada yang cocok, baru dibeli,” tuturnya.

Dari pengamatannya, transaksi jual beli motor bekas memang didominasi oleh orang tua yang ingin membelikan anaknya sepeda motor untuk keperluan sekolah. Selain itu, lulusan sekolah atau perguruan tinggi membutuhkan kendaraan pribadi untuk menunjang pekerjaan. “Tapi memang lebih banyak untuk anak sekolah,” imbuhnya.

Ia prediksi, keramaian ini akan berlangsung beberapa pekan depan. Namun bukan berarti, setelah momen tahun pelajaran baru, penjualan akan sepi. Dari pengalaman Arif berbisnis, tiap bulannya puluhan kendaraan laku terjual. Hanya yang paling meningkat signifikan, saat jelang Lebaran dan masuk sekolah. “Penjualan motor bekas, rata-rata tidak terpengaruh oleh momen dan permintaannya lebih stabil,” akunya. (put/ton)